Rabu, 21 Okt 2026 01:18 WIB

Perhatian! Pengurus KTP Baru Surabaya Tak Akan Dapat Bantuan Selama 10 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Apr 2025 10:39 WIB

Selalu.id - Arus urbanisasi kerap terjadi pasca Idulf Ftri. Di tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mengambil langkah khusus untuk mencegah melonjaknya jumlah penduduk di kota pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pendatang baru atau kaum urban yang mengubah alamat KTP menjadi Surabaya, tidak akan mendapat bantuan dari Pemkot selama 10 tahun.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Eri pun memberikan instruksi kepada seluruh camat, lurah, serta pengurus RT dan RW. Ia meminta agar pengawasan terhadap pendatang baru diperketat, terutama setelah libur Lebaran yang kerap menjadi momentum perpindahan warga dari berbagai daerah ke kota besar, termasuk Surabaya.

“Sudah saya sampaikan kepada teman-teman camat, lurah, untuk menguatkan pengawasan di RW masing-masing. Kalau ada pendatang baru, mereka wajib melapor,” tegas Eri, Minggu (6/4/2025)

Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa kebijakan tidak memberikan bantuan selama satu dekade bertujuan untuk memastikan prioritas kesejahteraan tetap pada warga asli Surabaya.

“Kalau mereka mengubah KTP jadi Surabaya, tetap tidak akan saya bantu selama 10 tahun,” tegasnya.

Tak hanya soal administrasi kependudukan, Pemkot juga fokus pada aspek keamanan. Terutama di lingkungan kos-kosan, yang kerap mengalami lonjakan jumlah penghuni setelah Lebaran. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Ia menginstruksikan RT/RW untuk aktif mendata penghuni kos, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Biasanya kos-kosan tambah ramai. RT dan RW wajib tahu siapa saja yang tinggal di wilayahnya,” imbuhnya.

 Eri juga menegaskan bahwa siapa pun yang datang ke Surabaya harus memiliki tujuan yang jelas. Pendatang tanpa pekerjaan atau kejelasan aktivitas akan dipulangkan ke daerah asal, dengan koordinasi bersama pemda setempat.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

“Saya pulangkan kalau tidak ada kejelasan, tidak bekerja. Ini demi ketertiban dan kenyamanan kota,” ujarnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi kota, serta memastikan urbanisasi tidak menjadi beban baru bagi pembangunan kota.

“Ketika datang harus didata. Sudah bekerja atau belum? Tinggal di sini untuk apa? Ini penting agar Surabaya tetap tertib dan aman,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.