Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
- Penulis : Moris Mangke
- | Kamis, 04 Jun 2026 22:05 WIB
selalu.id - Seorang ramaja asal Manukan, Surabaya, tewas usai dikeroyok empat pelajar SMA Negeri 11, Kamis (4/6/2026).
Korban diketahui bernama Thomas, kini berusia 18 tahun, belum lama lulus sekolah. Penyebab tewasnya korban ini, disebut bermula dari sandal.
Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan meninggal, Thomas sempat mendapat perawatan intensif selama tiga hari di RSUD dr Soetomo. Ia mengalami luka berat di bagian kepala akibat pengeroyokan tersebut.
Rini, salah seorang warga menceritakan peristiwa itu diduga bermula dari persoalan peminjaman sandal jenis Crocs. Korban disebut sempat meminjam sandal milik temannya dan mengembalikannya pada Senin sebelumnya.
“Korban ini infonya meminjam sandal Crocs kepada temannya itu, kemudian saat dikembalikan pada Senin kemarin, temannya tidak terima karena ditukar dengan barang yang tidak asli atau KW,” katanya kepada selalu.id, Kamis (4/6/2026).
Rini menjelaskan, perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Teman korban yang merasa tidak terima disebut memanggil tiga teman lainnya hingga terjadi pemukulan terhadap Thomas.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Selain mengalami gegar otak, korban juga disebut menderita patah tulang akibat penganiayaan brutal tersebut.
Setelah kejadian, Thomas segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Selama menjalani perawatan, korban sempat menjalani tindakan operasi karena kondisi luka yang cukup parah.
Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
“Korban itu juga mengalami patah tulang. Kemarin sempat menjalani operasi, namun tadi pagi meninggal dunia,” jelas Rini.
Meninggalnya Thomas ini pun membawa duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap secara lengkap kronologi serta peran masing-masing pihak yang diduga terlibat.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengeroyokan tersebut.
“Sudah dilakukan penyelidikan, sudah ada empat orang tersangka,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto juga membenarkan adanya kasus tersebut. Katanya, para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
“Sudah diamankan dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Unit Resmob,” katanya.
Hingga kini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Thomas mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.
Editor : Zein Muhammad