Sabtu, 06 Jun 2026 05:49 WIB

Surabaya Darurat Lahan Makam, Wali Kota Eri Sebut Akan Bahas Bersama DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 08 Mar 2025 09:19 WIB
Makam di Surabaya
Makam di Surabaya

selalu.id - Surabaya menghadapi krisis lahan makam seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan ruang pemakaman. Beberapa tempat pemakaman umum (TPU) pun sudah penuh, bahkan menerapkan sistem tumpang tindih.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut bahwa pihaknya akan mencari solusi dengan duduk bersama DPRD untuk membahas langkah-langkah ke depan.

 

“Memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan. Jumlah penduduk kita terlalu banyak. Seperti di TPU Keputih, ada yang sudah ditumpuk, tetapi nisan tetap ditulis dua. Kalau tidak seperti ini, nanti Surabaya semakin kehabisan tempat,” ujar Eri, kepada Selalu.id, Jumat (7/3/2025).

 

Saat ditanya soal perluasan lahan makam, Eri menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan perhitungan matang, terutama terkait anggaran. Harga tanah di Surabaya yang mahal menjadi tantangan tersendiri. 

 

“Beli lahan itu per meter bisa Rp4 juta–Rp5 juta. Kalau puluhan hektare, uangnya dari mana? Sementara kita juga harus memprioritaskan kesehatan dan pendidikan gratis. Itu yang nanti akan kita diskusikan dengan DPRD,” jelasnya.

 

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap berupaya mencari solusi. Salah satu rencana yang sedang dikaji adalah pembukaan lahan makam baru di kawasan Waru Gunung hingga Tambak.

 

 “Kita lihat anggaran dulu. Yang jelas, kita siapkan lahan di Waru Gunung sampai Tambak. Jaraknya memang jauh dari pemukiman, tapi ini harus kita pikirkan bersama,” kata Eri.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot, DPRD, dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan ini. 

 

“Pemerintahan itu harus punya skala prioritas. Makanya saya ingin duduk bersama DPRD untuk mencari solusi terbaik, agar masyarakat juga memahami kondisi yang ada,” terangnya.

 

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut bahwa kondisi TPU yang hampir penuh membuat Pemkot harus segera mencari solusi. Saat ini, dua lokasi yang dikaji untuk pembukaan lahan baru adalah Waru Gunung dan Sumberejo.

 

“Di Sumberejo, dari total 44 hektare yang direncanakan, Pemkot sudah menguasai 40 hektare. Tapi masih ada 4 hektare yang harus dibebaskan agar bisa digunakan sepenuhnya,” ungkap Eri.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

Sementara itu, kata dia, di Waru Gunung, dari total 80 hektare yang direncanakan, Pemkot baru membebaskan 10 hektare. 

 

“Proses pembebasan lahan ini masih dalam kajian, tapi kami harapkan bisa rampung tahun depan,” jelasnya.

 

Selain dua lokasi tersebut, Pemkot juga mempertimbangkan opsi lain di Surabaya Barat. “Tadi pagi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kami membahas pembukaan lahan makam baru. Opsi di Surabaya Barat sedang dikaji, termasuk di Bulak Bandarejo yang merupakan aset Pemkot,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.