Senin, 07 Sep 2026 12:15 WIB

Surabaya Darurat Lahan Makam, Wali Kota Eri Sebut Akan Bahas Bersama DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 08 Mar 2025 09:19 WIB
Makam di Surabaya
Makam di Surabaya

selalu.id - Surabaya menghadapi krisis lahan makam seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan ruang pemakaman. Beberapa tempat pemakaman umum (TPU) pun sudah penuh, bahkan menerapkan sistem tumpang tindih.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut bahwa pihaknya akan mencari solusi dengan duduk bersama DPRD untuk membahas langkah-langkah ke depan.

 

“Memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan. Jumlah penduduk kita terlalu banyak. Seperti di TPU Keputih, ada yang sudah ditumpuk, tetapi nisan tetap ditulis dua. Kalau tidak seperti ini, nanti Surabaya semakin kehabisan tempat,” ujar Eri, kepada Selalu.id, Jumat (7/3/2025).

 

Saat ditanya soal perluasan lahan makam, Eri menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan perhitungan matang, terutama terkait anggaran. Harga tanah di Surabaya yang mahal menjadi tantangan tersendiri. 

 

“Beli lahan itu per meter bisa Rp4 juta–Rp5 juta. Kalau puluhan hektare, uangnya dari mana? Sementara kita juga harus memprioritaskan kesehatan dan pendidikan gratis. Itu yang nanti akan kita diskusikan dengan DPRD,” jelasnya.

 

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap berupaya mencari solusi. Salah satu rencana yang sedang dikaji adalah pembukaan lahan makam baru di kawasan Waru Gunung hingga Tambak.

 

 “Kita lihat anggaran dulu. Yang jelas, kita siapkan lahan di Waru Gunung sampai Tambak. Jaraknya memang jauh dari pemukiman, tapi ini harus kita pikirkan bersama,” kata Eri.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot, DPRD, dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan ini. 

 

“Pemerintahan itu harus punya skala prioritas. Makanya saya ingin duduk bersama DPRD untuk mencari solusi terbaik, agar masyarakat juga memahami kondisi yang ada,” terangnya.

 

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut bahwa kondisi TPU yang hampir penuh membuat Pemkot harus segera mencari solusi. Saat ini, dua lokasi yang dikaji untuk pembukaan lahan baru adalah Waru Gunung dan Sumberejo.

 

“Di Sumberejo, dari total 44 hektare yang direncanakan, Pemkot sudah menguasai 40 hektare. Tapi masih ada 4 hektare yang harus dibebaskan agar bisa digunakan sepenuhnya,” ungkap Eri.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

 

Sementara itu, kata dia, di Waru Gunung, dari total 80 hektare yang direncanakan, Pemkot baru membebaskan 10 hektare. 

 

“Proses pembebasan lahan ini masih dalam kajian, tapi kami harapkan bisa rampung tahun depan,” jelasnya.

 

Selain dua lokasi tersebut, Pemkot juga mempertimbangkan opsi lain di Surabaya Barat. “Tadi pagi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kami membahas pembukaan lahan makam baru. Opsi di Surabaya Barat sedang dikaji, termasuk di Bulak Bandarejo yang merupakan aset Pemkot,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.