Kamis, 23 Jul 2026 11:52 WIB

Haus Kemenangan, Badai Pasifik PSBS Targetkan Libas Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo

Pelatih PSBS Biak, Marcos Guillerme Samso bersama pemain PSBS saat konferensi pers
Pelatih PSBS Biak, Marcos Guillerme Samso bersama pemain PSBS saat konferensi pers

selalu.id - PSBS Biak datang ke Surabaya dengan tekad bulat untuk mencuri poin penuh dari tuan rumah Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-23.  Tim berjuluk Badai Pasifik ini telah mempersiapkan diri secara matang selama satu minggu di Bali, mematangkan taktik dan strategi untuk menghadapi Bajul Ijo.

Sebanyak 22 pemain terbaik dibawa PSBS Biak dalam lawatannya ke Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/2) malam nanti.  Pelatih Marcos Guillerme Samso menyadari beratnya tantangan menghadapi Persebaya, tim yang saat ini berada di peringkat 4 klasemen sementara dengan raihan 38 poin. 

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Namun, ia juga melihat celah.  Persebaya tengah dalam performa buruk, menelan lima kekalahan dan sekali imbang dalam enam laga terakhirnya.

"Kami tidak boleh meremehkan Persebaya meskipun mereka sedang dalam kondisi kurang baik," tegas Samso dalam konferensi pers jelang pertandingan.

"Statistik buruk mereka bukan jaminan kemenangan bagi kami.  Kami harus bermain maksimal, disiplin, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada," tambahnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Kondisi mental Persebaya yang sedang terpuruk menjadi sedikit keuntungan bagi PSBS Biak.  Namun, Samso menekankan pentingnya fokus pada permainan sendiri dan tidak terlena oleh situasi lawan.  Target utama PSBS Biak adalah meraih kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. 

Saat ini, mereka berada di peringkat ke-12 dengan koleksi 29 poin. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit.  Persebaya yang ingin bangkit dari keterpurukan akan menghadapi perlawanan sengit dari PSBS Biak yang haus akan kemenangan.  Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk mencapai target masing-masing di akhir musim.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Bagi PSBS Biak, kemenangan di Surabaya akan menjadi suntikan moral yang luar biasa dan bukti nyata kekuatan Badai Pasifik.  Sementara bagi Persebaya, kemenangan menjadi harga mati untuk memperbaiki peringkat dan kepercayaan diri.

Pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak akan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional dan disaksikan oleh ribuan pendukung setia kedua tim di stadion.  Pertandingan ini dipastikan akan menjadi laga yang menarik dan penuh drama.  Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Kita nantikan bersama.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.