Sabtu, 07 Nov 2026 03:45 WIB

Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Cabai rawit di Pasar Keputran Surabaya. (Dok. Selalu.id).
Cabai rawit di Pasar Keputran Surabaya. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Lonjakan harga komoditas dapur makin bikin elus dada. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga cabai rawit terus meroket hingga menembus 265 kabupaten/kota di Indonesia pada minggu ketiga September 2026.

Bahkan, di daerah tertentu, harganya nyaris menyentuh Rp200 ribu per kilogram.

Baca Juga: Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan kenaikan harga cabai rawit ini terjadi secara beruntun bagaikan anak tangga sejak akhir bulan lalu.

"Kenaikannya seperti anak tangga, yaitu naik terus. Mulai minggu keempat bulan lalu sampai minggu ketiga bulan ini. Sekarang mencapai 265 kabupaten/kota yang cabai rawitnya naik," sebut Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (21/9/2026).

Secara nasional, rata-rata harga cabai rawit merangkak naik 29,85 persen dibanding Agustus, menjadi Rp77.596 per kilogram.

Angka ini sudah meloncat jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Baca Juga: Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

BPS menempatkan cabai rawit sebagai satu-satunya komoditas yang masuk zona merah, berlevel harga tinggi sekaligus mengalami perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang melonjak drastis.

Kondisi paling parah ditemui di wilayah Indonesia timur. Di Halmahera Timur, harga cabai rawit tembus Rp199.556 per kilogram atau melonjak hingga 250 persen di atas HAP.

Tak kalah pedas, harga di Halmahera Utara menyentuh Rp160.000/kg (180 persen di atas HAP), Kepulauan Sangihe Rp161.511/kg, Gorontalo Utara Rp144.444/kg (153,41 persen di atas HAP), dan Bolaang Mongondow Timur Rp144.333/kg.

Baca Juga: BPS Surabaya Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak

Tak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga ikut-ikutan bergejolak. BPS mencatat 248 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga cabai merah dengan rata-rata nasional Rp56.231 per kilogram (naik 15,83 persen), sedikit melewati HAP batas atas sebesar Rp55.000 per kilogram.

Di tingkat daerah, harga cabai merah meroket tinggi di Kepulauan Talaud mencapai Rp102.222 per kilogram dan Halmahera Timur yang menyamai rekor cabai rawit di angka Rp199.556 per kilogram.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.