Jumat, 05 Jun 2026 01:22 WIB

Mahasiswa UK Petra Juarai Lomba Video Pendek Tingkat Asean

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jan 2022 18:59 WIB
Salah satu scene video pendek karya mahasiswa Petra
Salah satu scene video pendek karya mahasiswa Petra

selalu.id - Delapan Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra berhasil meraih kejuaraan peringkat pertama bertaraf internasional dalam lomba video pendek tentang mengekspos budaya toleransi di Surabaya.

Delapan mahasiswa UK Petra itu, yakni Damario Amory, Adrian Putra, Laurensius Nicholas, Matthew Sugihono, Devon Irawan, Devina Gunawan, Stephanus Ryandito dan Felicia Regina pada kemenangan.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Lomba video yang mengangkat tema 'Living Together: Majority-Minority Relationships', yang diadakan oleh ASEAN University Network, Human Rights Education (2021 short VDOs Competition) pada Desember 2021 lalu.

"Lomba tersebut mengasah kreativitas mahasiswa dengan memperhatikan keberagaman yang dimiliki suatu bangsa," kata salah satu mahasiswa lomba tersebut, Damario, Rabu (12/1/2022).

Damario menerangkan, dirinya bersama kawan-kawan mencoba mengangkat mengenai enam rumah ibadah yang berdiri berjejeran dalam suatu perumahan di Surabaya.

"Enam rumah ibadah mewakili enam agama yang diakui di Indonesia. Sebagai bukti nyata toleransi yang apik di negara tercinta,"kata dia.

Sementara itu, Dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Linda Bustan, menyampaikan bahwa ia memantapkan keputusan kelompok mahasiswanya membahas kisah tersebut.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Indonesia itu termasuk negara yang toleransinya sangat kuat dibanding negara lain, namun toleransi itu belum semuanya terekspos ke luar. Sehingga materi ini bisa menjadi bahan kuat dan sesuai dengan tema yang diminta," jelas Linda.

Meskipun motivasi awal yang mendasari pembuatan video berdurasi 2 menit 56 detik ini adalah untuk memenuhi tugas kuliah, ia menyampaikan, tak menjadi alasan bagi mereka untuk mengerjakannya dengan setengah-setengah.

Kelompok ini, kata dia, mendapatkan kesempatan penawaran untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional dari sang dosen.

Adanya niat dan tekad untuk memberi yang terbaik membuat kelompok ini pantas menerima kemenangan juara 1 dan meraih hadiah $1000 atau setara 14 juta.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Awalnya kami memilih untuk pengerjaan tugas video seperti biasa dikarenakan deadline lomba yang sangat dekat setelah kami melaksanakan UTS, sekitar seminggu," ujar Adrian, salah satu mahasiswa kelompok lomba video tersebut.

Adrian menambahkan, kerjasama antar anggota kelompok memungkinkan setiap proses mulai dari proses perizinan, wawancara, pengambilan video hingga editing.

"Terselesaikan hanya dalam kurun waktu seminggu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.