Sabtu, 05 Sep 2026 07:34 WIB

Pemkot Terapkan Efisiensi Energi dengan WFH dan Pemadaman Lampu, DPRD: Jangan Sekedar Simbolis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Apr 2026 12:01 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Ade/selalu.id)
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Ade/selalu.id)

selalu.id - DPRD Kota Surabaya menyoroti kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Pemkot. Langkah seperti pemadaman lampu kantor hingga penerapan Work From Home (WFH) dinilai perlu dievaluasi secara serius agar tidak sekadar simbolis.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menegaskan, kebijakan penghematan harus berbasis data dan terukur dampaknya terhadap keuangan daerah.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Ia menilai kebijakan pemadaman lampu kantor belum tentu efektif menekan pengeluaran listrik. Ia mengingatkan, mayoritas lampu di kantor pemerintahan saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi.

“Lampu sekarang sudah LED semua, dirancang hemat energi. Jadi kalau dimatikan, harus dihitung betul apakah signifikan atau tidak penghematannya. Jangan sampai hanya kebijakan normatif tanpa hasil nyata,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Machmud mengusulkan uji coba kebijakan selama satu bulan, mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Uji ini bertujuan membandingkan konsumsi listrik sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan. Menurutnya, hasil penghematan harus disampaikan secara transparan kepada publik.

“Nanti dilihat, apakah pembayaran listrik benar-benar turun. Kalau tidak ada perubahan, berarti kebijakan ini tidak tepat guna. Ini uang rakyat, kalau bisa hemat miliaran rupiah, harus diumumkan secara transparan,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Selain soal listrik, skema WFH setiap Jumat juga tak luput dari perhatian. DPRD menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan celah penyalahgunaan, terutama terkait kedisiplinan ASN.

Machmud mengingatkan, pola WFH di akhir pekan berisiko memperpanjang waktu libur. "Kalau Jumat WFH, lalu Sabtu-Minggu libur, bisa saja Senin ikut tidak masuk. Ini harus diantisipasi,” ujar politisi dari Partai Demokrat ini.

Sebagai alternatif, ia mengusulkan WFH dipindahkan ke tengah pekan, seperti hari Rabu, agar lebih efektif menekan mobilitas tanpa menimbulkan potensi pelanggaran disiplin.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti kebijakan penghematan yang dikaitkan dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Machmud, pemadaman lampu kantor tidak memiliki korelasi langsung terhadap penurunan penggunaan BBM.

Ia mendorong langkah yang lebih konkret, seperti mendorong ASN beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik.

“Kalau memang ingin hemat BBM, ASN harus mulai beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau kendaraan listrik. Itu jauh lebih terasa dampaknya daripada sekadar mematikan lampu kantor,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.