Selasa, 20 Okt 2026 12:18 WIB

Pemkot Terapkan Efisiensi Energi dengan WFH dan Pemadaman Lampu, DPRD: Jangan Sekedar Simbolis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Apr 2026 12:01 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Ade/selalu.id)
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Ade/selalu.id)

selalu.id - DPRD Kota Surabaya menyoroti kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Pemkot. Langkah seperti pemadaman lampu kantor hingga penerapan Work From Home (WFH) dinilai perlu dievaluasi secara serius agar tidak sekadar simbolis.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menegaskan, kebijakan penghematan harus berbasis data dan terukur dampaknya terhadap keuangan daerah.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ia menilai kebijakan pemadaman lampu kantor belum tentu efektif menekan pengeluaran listrik. Ia mengingatkan, mayoritas lampu di kantor pemerintahan saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi.

“Lampu sekarang sudah LED semua, dirancang hemat energi. Jadi kalau dimatikan, harus dihitung betul apakah signifikan atau tidak penghematannya. Jangan sampai hanya kebijakan normatif tanpa hasil nyata,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Machmud mengusulkan uji coba kebijakan selama satu bulan, mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Uji ini bertujuan membandingkan konsumsi listrik sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan. Menurutnya, hasil penghematan harus disampaikan secara transparan kepada publik.

“Nanti dilihat, apakah pembayaran listrik benar-benar turun. Kalau tidak ada perubahan, berarti kebijakan ini tidak tepat guna. Ini uang rakyat, kalau bisa hemat miliaran rupiah, harus diumumkan secara transparan,” tegasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Selain soal listrik, skema WFH setiap Jumat juga tak luput dari perhatian. DPRD menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan celah penyalahgunaan, terutama terkait kedisiplinan ASN.

Machmud mengingatkan, pola WFH di akhir pekan berisiko memperpanjang waktu libur. "Kalau Jumat WFH, lalu Sabtu-Minggu libur, bisa saja Senin ikut tidak masuk. Ini harus diantisipasi,” ujar politisi dari Partai Demokrat ini.

Sebagai alternatif, ia mengusulkan WFH dipindahkan ke tengah pekan, seperti hari Rabu, agar lebih efektif menekan mobilitas tanpa menimbulkan potensi pelanggaran disiplin.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti kebijakan penghematan yang dikaitkan dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Machmud, pemadaman lampu kantor tidak memiliki korelasi langsung terhadap penurunan penggunaan BBM.

Ia mendorong langkah yang lebih konkret, seperti mendorong ASN beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik.

“Kalau memang ingin hemat BBM, ASN harus mulai beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau kendaraan listrik. Itu jauh lebih terasa dampaknya daripada sekadar mematikan lampu kantor,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.