Rabu, 30 Sep 2026 21:29 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Akan Bangun Lima Rumah Pompa Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Feb 2025 16:34 WIB
Rumah pompa Gunung Anyar
Rumah pompa Gunung Anyar

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah lima rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir dan genangan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem drainase kota, khususnya dalam menghadapi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, mengungkapkan bahwa lima rumah pompa baru akan dibangun di beberapa lokasi strategis, yaitu Karah (Kecamatan Jambangan), Rungkut Menanggal Harapan (Kecamatan Gunung Anyar), Teluk Betung (Kecamatan Pabean Cantikan), Jalan Bung Tomo, serta Ketintang dan Tenggilis Mejoyo.

“Saat ini masih dalam tahap pengusulan, ada sekitar lima rumah pompa yang direncanakan. Anggarannya masih dalam perhitungan,” ujar Windo, Rabu (5/2/2025).

Menurut Windo, kapasitas rumah pompa akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Setidaknya, setiap rumah pompa yang dibangun akan memiliki kapasitas minimal 3 meter kubik per detik.

Ia mencontohkan, rumah pompa Karah berperan penting dalam mengalirkan air dari kawasan hulu ke Kali Wonokromo melalui afur Wonorejo. Dengan adanya rumah pompa ini, aliran air di wilayah tersebut diharapkan lebih cepat surut saat hujan deras.

Hal serupa juga berlaku di Kecamatan Gunung Anyar, yang berbatasan langsung dengan Kali Perbatasan. Wilayah ini kerap mengalami genangan, terutama di Rungkut Menanggal Harapan dan Rungkut Mapan, ketika debit air di Kali Perbatasan meningkat.

“Kalau tidak ada rumah pompa, air akan sulit keluar, apalagi kalau terjadi rob. Akibatnya, bukan hanya Surabaya yang terdampak, tapi juga wilayah Sidoarjo,” jelas Windo.

Selain itu, rumah pompa di Jalan Teluk Betung dan Teluk Nibung akan membantu mengatasi genangan yang selama ini sulit ditangani akibat keterbatasan akses ke lahan milik PT Pelindo dan PT Pertamina.

“Kami tidak bisa masuk ke area Pelindo, Pertamina, dan Lantamal. Karena itu, solusi terbaiknya adalah membangun rumah pompa di lokasi yang memungkinkan, agar air tidak menggenang terlalu lama,” tambahnya.

Saat ini, Pemkot Surabaya sudah memiliki 76 rumah pompa yang tersebar di berbagai titik kota. Infrastruktur ini menjadi salah satu solusi utama dalam penanggulangan banjir dan genangan.

“Mengingat Surabaya merupakan daerah dataran rendah, keberadaan rumah pompa sangat krusial. Kami terus memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan tambahan rumah pompa. Semua lokasi yang diusulkan memiliki urgensi yang sama, tinggal melihat kesiapan perencanaannya,” pungkas Windo.

Baca Juga: Tangani Banjir Surabaya, Pemkot Siapkan 8 Rumah Pompa Baru

Editor : Ading
Berita Terbaru

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anas meminta pengawasan internal di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat. Jangan cuma setelah ada kejadian.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.