Sabtu, 19 Sep 2026 03:00 WIB

Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit

Ilustrasi mahasiswa dikeroyok. (Dok. Google Gemini).
Ilustrasi mahasiswa dikeroyok. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Seorang mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya berinisial MA menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok pesilat saat melakukan riset mobil hemat energi di Jalan Ketintang Wiyata, Gayungan.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 31 Mei 2026, itu polisi telah menangkap tiga pelaku berinisial MR, RA, dan AB. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Baca Juga: Crane Proyek Roboh di Surabaya, Bikin Listrik Padam dan Jalanan Macet

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan peristiwa bermula ketika korban sedang menguji hasil riset mobil hemat energi yang dikembangkannya bersama sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Saat itu, sekelompok pesilat melintas menggunakan sepeda motor. Korban kemudian menegur salah satu pengendara karena menyeret standar motor hingga menimbulkan suara berisik dan percikan api di jalan.

"Para pelaku telah meneguk minuman keras dan dalam kondisi mabuk saat mengendarai sepeda motor, melewati korban lalu saksi menegur dikarenakan sepeda motor salah satu pelaku standarnya diseret ke jalan aspal yang akhirnya menimbulkan percikan api," terangnya, Senin (8/6/2026).

Tidak terima ditegur, para pelaku kemudian memutar balik kendaraan mereka dan menghampiri korban. Mereka langsung turun dari sepeda motor lantas melakukan pengeroyokan secara bersama-sama.

Korban dipukul menggunakan tangan kosong pada sejumlah bagian tubuh. Selain itu, korban juga dipiting pada bagian leher dan pelipis kanannya dibenturkan ke besi portal.

"Selain itu, korban juga dipukul ke wajah bagian pipi kanan, mulut, rahang kiri, pipi kanan, dan kelopak mata kiri korban, serta handphone milik korban merek iPhone 11 hilang pasca terjadinya pengeroyokan tersebut," jelas Luthfie.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan tubuh. Selain menjadi korban kekerasan fisik, korban juga kehilangan telepon genggam miliknya yang diduga hilang setelah insiden pengeroyokan berlangsung.

Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksi pengeroyokan tersebut.

Luthfie menegaskan tidak akan berhenti mengungkap kasus ini sampai seluruh pelaku berhasil ditangkap. Ia juga meminta satu pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri.

"Tiga orang sudah ditangkap. Dan satu orang masih dilakukan pengejaran. Saya minta untuk pelaku segera menyerahkan diri karena akan kami cari sampai dapat," tegasnya.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Sementara itu, ketiga tersangka mengakui bahwa sebelum kejadian mereka baru saja menggelar pesta minuman keras bersama teman-temannya. Mereka mengaku mengonsumsi minuman jenis arak sebelum berkendara dan terlibat dalam insiden tersebut.

"Minum arak. Baru lulus (sekolah). Bilang pamit main (sama orang tua)," ungkap salah satu tersangka saat menjalani pemeriksaan.

Hingga kini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan pengembangan penyidikan untuk menangkap satu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Prakiraan Cuaca Surabaya Besok, Begini Imbauan BMKG

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kota Surabaya cenderung bersahabat sepanjang akhir pekan. Meski begitu, masyarakat diminta waspada.

The Scandal, Kisah Playboy Taklukkan Janda Muda Demi Taruhan

Meski Hui Yeon berulang kali menolak godaan Cho Won, pertahanan dirinya perlahan mulai goyah oleh rayuan yang dilancarkan secara masif.

Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPPP Sidoarjo Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan World Rabies Day 2026, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan.

Bukan Cuma Datang dan Foto, Ini Alur Layanan Home Care Pemkab Jember untuk Pasien

Untung menegaskan, kehadiran petugas di rumah pasien merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi warga dapat diketahui secara langsung.

Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Pemkot Surabaya menemukan adanya indikasi aktivitas pemilahan dan pengelolaan sampah yang diduga melanggar aturan di kawasan tersebut.

Jargas APBN Capai 29 Ribu Sambungan di Sidoarjo, Pemasangan Dipastikan Gratis

Dudung mengatakan pengembangan Jargas merupakan bagian dari program pemerintah yang terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.