Rabu, 30 Sep 2026 22:35 WIB

Ada Tumpukan Tanah di Jalur Hijau Mayjen Sungkono, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Feb 2025 12:25 WIB

Selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menata taman dan jalur hijau di jalan Mayjend Sungkono, yang terdampak proyek pengerjaan box culvert untuk mengatasi banjir.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH, Myrna Augusta Aditya Dewi, menjelaskan bahwa jalur hijau di sepanjang jalan tersebut sedang diperbaiki agar kembali tertata rapi.

Baca Juga: Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya

“Karena ada proyek peninggian ruas jalan akibat pembangunan box culvert, jalur hijau di Mayjend Sungkono harus kami benahi kembali,” ujar Myrna, Minggu (2/2/2025).

Namun, pemandangan tumpukan tanah dalam karung di sepanjang lokasi justru menimbulkan pertanyaan dari warga. Beberapa mengira itu adalah limbah atau sampah, padahal, menurut Myrna, itu adalah bagian dari proses penataan.

DLH Surabaya menggunakan tanah sedimen dari normalisasi sungai atau bozem untuk jalur hijau. Myrna beralasan, sedimen tersebut mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman.

“Tanah sedimen ini kami letakkan terlebih dahulu sebagai dasar, kemudian ditata dan dilapisi kompos serta tanah tanam sebelum akhirnya ditanami,” jelasnya.

Baca Juga: GSJT Protes Barcode Solar Bersubsidi, Ratusan Truk Towing Padati Surabaya

Proses ini disebut Myrna sudah sering diterapkan di berbagai titik, seperti Jalan Diponegoro dan Ngagel. Namun, apakah penggunaan sedimen sungai benar-benar aman bagi tanaman dalam jangka panjang?

Mengenai kemungkinan adanya sampah dalam tanah sedimen, Myrna mengklaim bahwa itu hanya jumlah kecil yang terbawa saat pemindahan dan akan dibersihkan setelah proses selesai.

Penataan ulang jalur hijau di Mayjend Sungkono yang mencapai satu kilometer ini ditargetkan selesai pada Februari 2025. Myrna meminta warga untuk tidak terburu-buru mengkritik kondisi saat ini, karena proyek masih dalam proses.

Baca Juga: Tongkat Komando Polres Pasuruan Beralih ke AKBP Irawan Setyono, Ini Pesan Kapolda Jatim

“Kami memahami bahwa saat ini mungkin belum terlihat rapi, tapi kami berusaha menyelesaikannya secepat mungkin,” katanya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menggunakan air sungai untuk menyiram tanaman di jalur hijau. Menurut Myrna, kualitas air sungai di Surabaya sudah mencapai standar Kelas IV, yang masih dapat digunakan untuk penyiraman tanaman.

Ia berharap masyarakat lebih memahami proses yang dilakukan oleh DLH dalam menjaga ruang hijau kota. “Semua yang kami lakukan bertujuan untuk merawat dan menjaga lingkungan kota tetap hijau dan nyaman,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Siapa Pemilik The Alana Hotel Surabaya?

Hotel bintang empat ini berlokasi di Jalan Ketintang Baru I No. 10–12, Surabaya. Lokasinya, tak jauh dari tempat diskotek bahkan Polda Jawa Timur.

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anas meminta pengawasan internal di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat. Jangan cuma setelah ada kejadian.