Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

Wali Kota Eri Ancam Copot Kadis hingga Pimpro Proyek Maut di Margorejo Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Jun 2026 15:09 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menghentikan sementara seluruh aktivitas pengerukan proyek box culvert di Kota Pahlawan setelah seorang wanita berusia 69 tahun meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi proyek saluran air Margorejo.

Tak hanya itu, Eri juga mengancam mencopot kepala dinas hingga pimpinan proyek jika masih ditemukan kelalaian pengamanan di lapangan.

Baca Juga: Pedagang Pasar Tanjungsari, Persoalkan PISS, Ketua DPRD Surabaya: Harus Dievaluasi

Keputusan tersebut disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek saluran air Margorejo, tepat di depan Plasa Marina. Menurutnya, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi banjir tidak boleh mengorbankan keselamatan warga.

“Semua proyek pekerjaan box culvert yang ada di jalan, yang melakukan pengerukan jalan, saya minta untuk dihentikan semuanya. Dilakukan evaluasi untuk melakukan pengamanan-pengamanan terhadap pengerukan yang ada di Kota Surabaya,” tegasnya, Rabu (17/6/2026).

Eri memberi waktu hingga Kamis (18/6/2026) besok kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), pimpinan proyek, serta kontraktor untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proyek yang sedang berjalan.

Dalam evaluasi tersebut, Eri meminta kontraktor tidak lagi melakukan pengerukan jalan dalam bentang yang terlalu panjang. 

Pengerjaan harus dilakukan bertahap agar area yang sudah digali bisa segera ditutup dan diamankan sebelum melanjutkan ke titik berikutnya.

Selain itu, setiap lokasi proyek wajib dilengkapi pembatas yang rapat tanpa celah dan lampu rotari agar mudah terlihat pengendara, khususnya pada malam hari. 

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Penempatan material proyek juga tidak boleh berada di titik yang menghalangi pandangan pengguna jalan.

“Material box culvert yang belum terpasang tidak boleh diletakkan di titik yang buta seperti dekat belokan jalan atau pintu keluar fasilitas umum karena bisa menghalangi pandangan pengendara,” jelasnya.

Eri menegaskan akan melakukan pengecekan ulang setelah masa evaluasi berakhir. Jika masih ditemukan kelalaian pengamanan yang membahayakan masyarakat, sanksi tegas akan langsung dijatuhkan.

“Saya kasih waktu sampai Kamis besok. Saya akan cek lagi. Kalau kelalaian pengamanan masih terjadi, saya langsung copot kepala dinasnya dan pimpronya,” tegasnya.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Terkait proyek Margorejo yang menjadi lokasi kecelakaan maut, Eri menyebut proses hukum sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor sesuai ketentuan kontrak. 

Terlebih, konsultan pengawas disebut telah memberikan peringatan tertulis terkait aspek keselamatan sebelum insiden terjadi.

Eri juga mengingatkan seluruh kontraktor yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya bahwa peristiwa di Margorejo menjadi peringatan terakhir. Jika kembali ditemukan proyek yang mengabaikan keselamatan warga, pemerintah kota akan mengambil langkah pemutusan kontrak secara sepihak.

“Bukan proyeknya yang berhenti total, tapi tidak boleh ngeruk jalan yang baru sebelum hasil kerukan yang lama dipastikan aman. Ini peringatan terakhir saya,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.

Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Pembaca pemberitaan olahraga, peristiwa hingga penyadapan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.