Senin, 02 Nov 2026 13:49 WIB

Pria Sidoarjo yang Curi Rokok Demi Anak Tak jadi Ditahan, Korban Sepakat Damai

Pemilik toko kelontong dan maling yang kirim surat akhirnya berdamai setelah laporan kepolisian di Polsek Pungging dicabut. (Dok. Polsek Pungging).
Pemilik toko kelontong dan maling yang kirim surat akhirnya berdamai setelah laporan kepolisian di Polsek Pungging dicabut. (Dok. Polsek Pungging).

selalu.id - Pemilik toko kelontong dan maling yang kirim surat akhirnya berdamai setelah laporan kepolisian di Polsek Pungging dicabut oleh korban Alfin Setyo Tunggal.

Alfin bersama pelaku yang diketahui berinisial EP (34), warga Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo datang ke Polsek Pungging setelah damai dan setuju untuk cabut laporan.

Baca Juga: Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Alfin mengatakan, awalnya pelaku menghubunginya dan memohon agar laporan polisi di Polsek Pungging bisa dicabut.

"Kemarin malam hubungi saya, minta sama-sama cabut laporan dan saya juga menyatakan kalau sudah ikhlas. Saya juga maafkan. Tadi pagi ke rumah saya jalan kaki sendiri, saya ajak ke polsek. Untuk mencabut laporan," ungkapnya, Selasa (16/6/2026).

Alfin menjelaskan, hasil dari mediasi di Polsek Pungging antara dirinya dan pelaku setuju untuk berdamai dan laporan kepolisian dicabut.

"Saya juga memaafkan korban dan korban juga berjanji di atas materai, dan tidak akan mengulanginya lagi perbuatannya. Kami sepakat untuk berdamai. Dia juga sudah mengembalikan, sudah dijelaskan tadi juga di dalam itu mengembalikan uangnya itu dicicil gitu," jelasnya.

Sementara itu, pelaku EP mengatakan bahwa saat itu terpaksa mencuri sejumlah rokok di toko kelontong karena butuh uang untuk pembayaran sekolah anaknya.

Baca Juga: Gudang Produksi Pintu di Mojokerto Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

"Butuh uang untuk bayar anak Rp870 ribu. Saya kerja jualan serabutan, uang saya dipinjam teman tidak ada yang kembali. Waktu itu sebenarnya langsung, tapi kayaknya situasi panas. Takut karena Pak Alfin bawa golok," katanya.

EP menyebut, sengaja kirim surat karena memang berniat untuk mengembalikan uang yang dicuri lantaran karena dirinya jika punya utang harus dikembalikan.

"Saya kirim surat karena untuk mengembalikan uang, karena saya kalau ada utang dari dulu harus dikembalikan atau dibayar. Saya menyesal, semoga ada orang yang menerima saya untuk bekerja," tuturnya.

Sebelumnya, aksi pencurian terjadi di toko kelontong Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Maling yang Bobol Toko di Randu Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Jejak Kejahatannya

Pelaku tertangkap oleh pemilik toko, namun keesokan harinya korban menemukan secarik surat yang berisi akan mengembalikan uang yang dicuri.

Pelaku mengirimkan surat sebanyak dua kali. Isi surat keduanya dikirim oleh seorang perempuan yang diketahui merupakan teman dekat pelaku. 

Tak hanya surat, dalam amplop itu ada sejumlah uang untuk mencicil uang yang dicuri oleh pelaku.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Lima lokasi itu berada di Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Surat telegram itu ditandatangani Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.