Kamis, 04 Jun 2026 10:38 WIB

Upacara Bendera Peringatan HUT PDIP ke-49 di Surabaya Dihadiri Eri-Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Jan 2022 12:29 WIB
Upacara peringatan HUT PDIP ke 49 di Surabaya
Upacara peringatan HUT PDIP ke 49 di Surabaya

selalu.id - Keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggeber rangkaian agenda dalam menyambut hari ulang tahun partai tersebut yang jatuh setiap 10 Januari. Dimulai dengan menggelar upacara bendera yang dihelat di kantor PDIP Surabaya, Jalan Setail, Senin (10/1/2022).

Tampak hadir Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Armuji. Upacara dipimpin oleh Bendahara PDIP Surabaya, Taru Sasmita. Adapun Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengikuti upacara bendera peringatan ulang tahun partai di DPP PDIP, Jakarta.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Dalam amanatnya, Taru Sasmita mengatakan, ulang tahun partai harus menjadi pelecut semangat bagi seluruh kader untuk terus hadir membantu masyarakat.

"Dalam situasi yang penuh tantangan saat ini karena pandemi Covid-19, kita semua harus sigap membantu masyarakat," ujar Taru.

Dia menjelaskan, sesuai arahan DPP PDIP, rangkaian ulang tahun PDIP dimulai 10 Januari hingga 31 Mei 2022. Setelah upacara bendera, beragam program langsung dikebut. Ada penanaman pohon, Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Si Cita), festival kuliner, dan berbagai program lainnya.

"Semuanya kita lakukan dalam satu framework untuk bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19, membangun imunitas rakyat, dan terus menjaga kelestarian lingkungan," papar Taru.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Dihubungi terpisah, Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menyampaikan, seluruh kader di Kota Pahlawan terus berkonsolidasi dan bergotong royong sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membantu masyarakat.

"Ibu Mega selalu mengingatkan kami semua untuk hadir di tengah masyarakat. Kader jangan memunggungi rakyat, jangan membelakangi rakyat. Kami bergotong royong untuk mewujudkan pesan Ibu Mega tersebut," ujar Adi.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh kader PDIP di Kota Pahlawan untuk bergotong royong dan berinovasi memajukan kota serta membantu masyarakat.

"Kita perkuat kolaborasi, saya dan Pak Armuji selalu siap bersama-sama semua kader membantu masyarakat, memajukan kota ini. Intinya adalah gotong royong, kolaborasi," ujar Eri.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sementara itu, seusai upacara bendera, para kader PDIP Surabaya mengikuti rangkaian acara ulang tahun yang digelar di Jakarta serta menyimak pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara virtual. Suasana syahdu dan haru tercipta di kantor PDIP Surabaya saat kisah perjuangan Megawati ditampilkan di layar. Para kader meresapi perjuangan Megawati yang penuh suka-duka sejak era Orde Baru.

"Ya Allah, Ibu...semoga sehat selalu," lirih sejumlah kader PDIP Surabaya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.