Jumat, 05 Jun 2026 21:42 WIB

'Eka Candrarini' Bukan Tokoh Pahlawan, Nama RSUD Surabaya Timur Dipermasalahkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Des 2024 19:27 WIB
RS Eka Candrarini
RS Eka Candrarini

selalu.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Timur yang diberi nama ‘Eka Candrarini’ dipermasalahkan oleh DPRD Surabaya, karena biasanya nama gedung RSUD diambil dari nama tokoh pahlawan.

Seperti RSUD dr Mohamad Soewandhie, yang menggunakan nama tokoh pahlawan di bidang kesehatan. Kemudian, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang mengg mencerminkan filosofi atau nilai pelayanan, yang berarti pengabdian terhadap tugas mulia di bidang kesehatan.

Namun berbeda dengan RSUD Surabaya Timur yang baru dibangun dengan memakan anggara senilai RP 494 miliar. ‘Eka Candrarini’ yang disebut nama dari Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyani, Rini Indriyani.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i mempertanyakan nama makna dari Eka Candrarini, apakah tokoh kesehatan.

“Saya bertanya-tanya itu nama siapa, nama tokoh Kesehatan atau ada makna lain. Namun saya memang belum mendapatkan sebuah aturan soal penamaan asset di Kota Surabaya,” ucapnya. Kamis (5/12/2024).

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi D dari fraksi Gerindra  Lutifiyah. Ia mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui soal proses dan aturan penamaan asset asset milik Pemkot.

“Tapi kalau penamaan jalan, itu kita disodori Perda, artinya kita dilibatkan untuk menentukan nama jalan. Kala itu saya terlibat di Pansus nama jalan. Oleh karenanya kami sedang mancari-cari turan soal itu,” jelasnya.

Lutifiyah mengaku bingung saat pertama kali mendengar nama Eka Candrarini karena belum pernah mendengar nama tersebut.

“Kan biasanya yang digunakan itu nama-nama tokoh atau pahlawan yang dianggap berjasa dibidangnya, apakah itu pahlawan atau bidang lainnnya. Kalau rumah sakit, biasanya nama tokoh Kesehatan. Makanya kami butuh penjelasan,” ujarnya.

Anggota DPRD Surabaya  dr Zuhrotul Mar’ah, yang mengaku heran juga membaca Eka Candrarini yang menjelaskan bahwa itu adalah semacam surat yang ditulis oleh Ronggo Warsito terkait peran seorang Wanita yang sudah menikah.

“Mungkin yang memberikan nama tersebut ingin memberikan penghargaan terhadap peran seorang perempuan sebagai symbol reproduksi.

Meski begitu, dia menilai sebaiknya diberikan nama tokoh-tokoh besar yang telah memiliki jasa dan sudah dikenal masyarakat.

“Sehingga tidak menimbulkan presepsi yang bermacam-macam. Kan bisa tokoh pahlawan, perempuan atau Kesehatan. dan biasanya yang sudah wafat, sebagai wujud penghargaan kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun angkat bicara. Ia menegaskan nama RSUD Eka Candrarini, diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti bulan yang paling indah.

Sehingga, identik dengan sinar bulan yang indah. Wali Kota Eri pun mendedikasihkannya bagi perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Saya ingin konsentrasi rumah sakit ini untuk perempuan dan anak. Maka kita namai Eka Candrarini, Bahasa Sansekerta yang mengartikan bulan yang indah,” terangnya.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.