Minggu, 25 Okt 2026 05:22 WIB

'Eka Candrarini' Bukan Tokoh Pahlawan, Nama RSUD Surabaya Timur Dipermasalahkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Des 2024 19:27 WIB
RS Eka Candrarini
RS Eka Candrarini

selalu.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Timur yang diberi nama ‘Eka Candrarini’ dipermasalahkan oleh DPRD Surabaya, karena biasanya nama gedung RSUD diambil dari nama tokoh pahlawan.

Seperti RSUD dr Mohamad Soewandhie, yang menggunakan nama tokoh pahlawan di bidang kesehatan. Kemudian, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang mengg mencerminkan filosofi atau nilai pelayanan, yang berarti pengabdian terhadap tugas mulia di bidang kesehatan.

Namun berbeda dengan RSUD Surabaya Timur yang baru dibangun dengan memakan anggara senilai RP 494 miliar. ‘Eka Candrarini’ yang disebut nama dari Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyani, Rini Indriyani.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i mempertanyakan nama makna dari Eka Candrarini, apakah tokoh kesehatan.

“Saya bertanya-tanya itu nama siapa, nama tokoh Kesehatan atau ada makna lain. Namun saya memang belum mendapatkan sebuah aturan soal penamaan asset di Kota Surabaya,” ucapnya. Kamis (5/12/2024).

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi D dari fraksi Gerindra  Lutifiyah. Ia mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui soal proses dan aturan penamaan asset asset milik Pemkot.

“Tapi kalau penamaan jalan, itu kita disodori Perda, artinya kita dilibatkan untuk menentukan nama jalan. Kala itu saya terlibat di Pansus nama jalan. Oleh karenanya kami sedang mancari-cari turan soal itu,” jelasnya.

Lutifiyah mengaku bingung saat pertama kali mendengar nama Eka Candrarini karena belum pernah mendengar nama tersebut.

“Kan biasanya yang digunakan itu nama-nama tokoh atau pahlawan yang dianggap berjasa dibidangnya, apakah itu pahlawan atau bidang lainnnya. Kalau rumah sakit, biasanya nama tokoh Kesehatan. Makanya kami butuh penjelasan,” ujarnya.

Anggota DPRD Surabaya  dr Zuhrotul Mar’ah, yang mengaku heran juga membaca Eka Candrarini yang menjelaskan bahwa itu adalah semacam surat yang ditulis oleh Ronggo Warsito terkait peran seorang Wanita yang sudah menikah.

“Mungkin yang memberikan nama tersebut ingin memberikan penghargaan terhadap peran seorang perempuan sebagai symbol reproduksi.

Meski begitu, dia menilai sebaiknya diberikan nama tokoh-tokoh besar yang telah memiliki jasa dan sudah dikenal masyarakat.

“Sehingga tidak menimbulkan presepsi yang bermacam-macam. Kan bisa tokoh pahlawan, perempuan atau Kesehatan. dan biasanya yang sudah wafat, sebagai wujud penghargaan kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun angkat bicara. Ia menegaskan nama RSUD Eka Candrarini, diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti bulan yang paling indah.

Sehingga, identik dengan sinar bulan yang indah. Wali Kota Eri pun mendedikasihkannya bagi perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Saya ingin konsentrasi rumah sakit ini untuk perempuan dan anak. Maka kita namai Eka Candrarini, Bahasa Sansekerta yang mengartikan bulan yang indah,” terangnya.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Editor : Ading
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.