Selasa, 22 Sep 2026 13:18 WIB

Kunjungi Balita Hidrosefalus, Mensos Risma Serahkan Bantuan Kewirausahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Des 2021 18:16 WIB
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita hidrosefalus di Purwakarta.
Mensos Risma saat mengunjungi balita penderita hidrosefalus di Purwakarta.

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi kediaman balita penderita hidrosefalus bernama Bayu Ardiansah (2,5 tahun) di Purwakarta. Tampak Bayu sedang dalam pangkuan Ibunya dan keluarga.

"Hai Bayu. Hayoo, mau bicara apa. Bayu anak pinter ya," kata Mensos Risma.

Baca Juga: 900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

Dalam kesempatan tersebut, Mensos mendengarkan penjelasan dokter Dian dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, Asep Surya Komara. Dokter menyatakan, Bayu telah mendapatkan penanganan medis.

Melalui proses operasi, cairan di kepala Bayu dikeluarkan. Kemungkinan Bayu sembuh masih terbuka meskipun kemampuan motoriknya bisa jadi terganggu pasca-operasi.

Di hadapan media, Mensos menyatakan, saat ini prioritas untuk Bayu adalah bagaimana tindakan medis segera dilakukan terhadap gangguan kesehatan yang diidapnya.

Sejalan dengan penjelasan dokter, Mensos menyatakan, semakin cepat tindakan medis dilakukan, kemungkinan Bayu sembuh semakin besar.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

"Jadi yang penting Bayu mendapatkan penanganan dokter. Kondisinya masih bisa disembuhkan. Mudah-mudahan dengan begitu Bayu bisa lebih mandiri tidak bergantung pada orang di sekitarnya," kata Mensos usai mengunjungi Bayu.

Kepada keluarga Bayu, Mensos Risma menyatakan akan membantu Bayu sampai bisa mandiri. Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerahkan bantuan secara simbolis senilai Rp23.000.000.

Kemensos telah melakukan asesmen terhadap Bayu melalui Balai Budhi Dharma dengan mengirimkan pekerja sosial dan perawat didampingi oleh pendamping rehsos Kabupaten Purwakarta. Saat ini, tim dokter dan pendamping melakukan terapi agar Bayu bisa mengkonsumsi makanan lain selain bubur merah.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Bayu menderita hidrosepalus sejak lahir dan sekarang tinggal bersama orangtua dari pihak ibu (kakek dan nenek) di Kampung Nanggleng, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Nenek dan kakek Bayu mengalami kesulitan ekonomi untuk biaya transportasi kontrol ke rumah sakit dan pemenuhan kebutuhan sehari – hari.

Untuk asupan nutrisi, Bayu hanya bisa minum susu dan makan makanan bayi. Bayu sudah menjalani 6 kali operasi dan sudah terpasang VP Shunt untuk mengurangi cairan otaknya. Saat ini Bayu membutuhkan kontrol ke rumah sakit untuk mengecek kondisi dan pemasangan VP Shunt tersebut. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.

Kadin Sebut 10 SPPG Bakal Terbit SLHS, Kadinkes Sidoarjo: Baru Dua Lainnya Belum

SPPG lainnya masih harus menyelesaikan perbaikan dan menjalani pemeriksaan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

Mereka menuduh adanya dugaan penipuan disertai penggelapan.

Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Angka ini sudah meloncat jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

Bagi keluarga Tifa, membeli perlengkapan sekolah baru adalah kemewahan yang belum sanggup dijangkau.