Kamis, 04 Jun 2026 17:38 WIB

Fenomena Bumbung Kosong, Pengamat Sebut Surabaya Darurat Kader Pemimpin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Agu 2024 18:01 WIB
Surokhim Abdussalam
Surokhim Abdussalam

selalu.id - Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdusallam menyebut dirinya sangat menyayangkan kegagalan partai politik di Surabaya mengkader tokoh untuk menjadi pimpinan. Hal ini buntut fenomena Bumbung kosong Pilwali Surabaya.

"Partai-partai ini tidak mampu menghasilkan alternatif-alternatif pimpinan yang setara sebanding dengan petahana," kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Rabu (28/8/2024).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ia membeberkan sejumlah faktor yang memunculkan fenomena bumbung kosong, meski, keputusan MK telah membolehkan mencalonkan paslon dari 20 persen suara parlemen. Namun, partai politik di Surabaya sudah telanjur menentukan dukungannya.

"Itu membuat kenapa kecenderungan banyak muncul Paslon tunggal. Kemudian, munculnya Paslon yang terlalu kuat itu juga memicu yang lain lainnya realistis dan tidak berani untuk melawan," terangnya.

Munculnya kotak kosong ini, kata Surokim, juga menjadi kegagalan dari partai-partai untuk menyediakan stok pemimpin-pemimpin daerah yang berkualitas. Mereka, tidak menyiapkan sejak awal tokoh yang akan melawan petahana.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Sehingga seolah tidak ada Paslon yang sebanding dengan petahana," pungkasnya.

Tak hanya itu, dia menilai calon petahana terlalu kuat dengan tingkat kepuasan masyarakat yang terlalu tinggi, sehingga membuat partai-partai kebingungan mencari tandingan.

"Dan kegagalan partai partai politik untuk mempersiapkan kader-kader sebagai kandidat pemimpin daerah,"terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Surokhim menambahkan bahwa jika ada skenario pembuatan bumbung kosong akan sia-sia alias sulit mengalahkan petahana.

"Makanya saya bilang, sudah tidak usah Pemilu lah. Ya sudah langsung dilantik saja itu. Lucu juga ya Surabaya ada kotak kosong. Itu menurut saya ajaib, tapi ini realitas politik," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.