Kamis, 04 Jun 2026 18:43 WIB

Mahasiswa Untag Surabaya Gagas Inovasi Alat Bantu Virtual GPS Tracking

  • Penulis : Ading
  • | Senin, 19 Agu 2024 02:23 WIB
Tongkat Virtual Tunanetra
Tongkat Virtual Tunanetra

selalu.id - Berbekal keinginan membantu para penyandang tunanetra, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Septian Dwi Cahya mengembangkan alat pendeteksi halangan dan lubang yang dinamai ‘Tongkat Virtual Tunanetra.’

Alat ini merupakan hasil tugas akhirnya dengan judul ‘Tongkat Virtual Tunanetra Mengetahui Halangan Lurus dan Lubang dengan Output Getaran dan Suara’.
Septian mengaku dalam penyusunan tugas akhirnya banyak sekali dukungan dan arahan dari berbagai pihak, terutama Ir. Sugiono, M.T selaku dosen pembimbing dan dua orang penyandang tunanetra yang menjadi subjek dalam penelitian ini.

“Tujuan utama saya mengambil tugas akhir ini untuk mengembangkat alat bantu yang dapat digunakan penyandang tunanetra dalam berjalan dengan lebih aman dan mandiri. Sehingga dalam perjalanannya, mereka dapat menghindari gangguan atau halangan,” jelasnya.
Alat ini dirancang dalam bentuk kotak berukuran 10,5 cm x 17,5 cm x 5,8 cm yang dapat dipasang pada sabuk. Dilengkapi dengan fitur GPS tracking berbasis website, alat ini memungkinkan keluarga melacak lokasi pengguna secara real-time.

“Setelah alat ini digunakan, GPS akan mengirimkan data lokasi ke program yang hanya dapat diakses oleh keluarga, asalkan terhubung dengan hotspot dari handphone atau Mi-Fi,” tambah Septian, yang akan diwisuda pada akhir bulan ini.
Septian juga menambahkan, alat yang dibuat ini menggunakan sensor ultrasonik yang memiliki kemampuan mendeteksi halangan lurus dengan akurasi jarak maksimal 50 cm dan lubang di jalan dengan akurasi jarak maksimal 100 cm.

“Alat ini akan memberikan peringatan berupa suara dan getaran yang mudah dikenali pengguna. Sehingga harapannya dapat meningkatkan mobilitas dan keamanan bagi pengguna dalam beraktivitas sehari-hari,” terangnya.
Selain masih memiliki kapasitas baterai yang rendah, Septian juga berharap alat ini juga dapat dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI) dan dapat mengenali objek lain.

“Jadi selain baterai yang butuh lebih besar kapasitasnya, pengembangkan yang dilakukan dapat berupa peningkatan kualitas suara dan getaran pada alat agar dapat mudah didengar jelas meskipun dalam kondisi bising. Selain itu, saya berharap alat ini juga dapat mendeteksi objek lain seperti orang sekitar atau kendaraan pada pengembangkan berikutnya,” pungkas mahasiswa yang berhasil lulus empat semester tersebut.

Baca Juga: Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.