Selasa, 21 Jul 2026 21:39 WIB

Antisipasi Keamanan Nataru, Kapolrestabes Surabaya Keliling Gereja dan Stasiun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Des 2021 18:47 WIB
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yusep Gunawan saat melakukan pengecekan di salah satu Gereja di Surabaya
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yusep Gunawan saat melakukan pengecekan di salah satu Gereja di Surabaya

selalu.id - Polrestabes Surabaya menggelar pengecekan keamanan dan protokol kesehatan jelang libur Natal dan Tahun Baru di Gereja dan Stasiun, Rabu (22/21/2021). Pengecekan ini dipimpin langsung oleh kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yusep Gunawan.

Yusep dan jajaranya berkeliling melakukan pengecekan dan kesiapan beberapa Gereja dan stasiun diantaranya Gereja Hati Kudus, Gereja st Perawan Maria dan juga Stasiun Pasar Turi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia juga mengimbau pihak terkait untuk meningkatkan antisipasi keamanan dan penerapan Protokol Kesehatan tetap diterapkan secara ketat.

"Saya harapkan pihak pengelola Gereja nantinya memastikan para jemaatnya yang datang sesuai dengan undangan guna mengantisipasi terjadinya kerumunan demi mewaspadai adanya penyebaran Covid-19 varian baru Omicorn. Tidak lupa juga para Pengelola Stasiun Kereta Api juga melakukan hal yang sama," ujar Kombes Pol A.Yusep Gunawan. Rabu, (22/12/2021).

Baca Juga: Miris, Beredar Video Pembuatan Sinetron di Posko Pengungsi Erupsi Semeru

Tidak hanya itu, menurut Yusep pihaknya akan menempatkan personil secara khusus di beberapa Stasiun dan Gereja yang akan melaksanakan Hari Natal demi menjamin keamanan bersama.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Hal ini difokuskan untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha membuat suasana Kota Surabaya menjadi tidak kondusif," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo juga melakukan kegiatan yang sama yaitu pengecekan Stasiun Gubeng, Gereja Katolik Kristus Raja, dan GKI Ngagel.

Hartoyo memastikan bahwa sarana dan pra sarana yang ada dilokasi tersebut sudah lengkap dan siap digunakan untuk menjaga kesehatan para penumpang dan Jemaat Gereja.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Tak hanya itu, dari sisi Keamanan, pihak Kepolisian akan berkolaborasi dengan Polsuska untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakasanakan aktivitas baik saat berangkat maupun sebaliknya.

"Kalau digerbong itu domainnya Polsuska kemudian dari Polda dan Mabes juga ada beberapa kereta yang memang akan dilakukan pengawalan langsung, kemudian dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim berkonsentrasi di Stasiun" terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.