Senin, 19 Okt 2026 22:14 WIB

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Sep 2026 17:39 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Praktik pemotongan unggas secara mandiri di tengah permukiman padat penduduk Kota Surabaya menuai sorotan tajam.

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Aktivitas ilegal ini disinyalir masih kerap berlangsung secara sembunyi-sembunyi pada malam hingga dini hari di sejumlah kawasan. Di antaranya yakni Semampir, Kenjeran, Dukuh Kupang, Banyu Urip, Simo Rukun, Sukomanunggal, hingga Petemon.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta menegaskan, aktivitas pemotongan unggas di rumah pribadi jelas melanggar aturan jika tidak mengantongi izin resmi dan tak memenuhi standar teknis.

“Kalau ada, laporkan. Memang nggak boleh. Sekarang semuanya itu (pemotongan unggas) harus berizin, termasuk Rumah Potong Unggas (RPU),” tegasnya, Jumat (4/8/2026).

Politikus PSI itu menyebut, ancaman terbesar dari pemotongan mandiri ini terletak pada dampak lingkungannya.

Limbah berupa darah dan sisa pemotongan yang langsung dibuang tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat rawan menyebarkan penyakit.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

“Yang di rumah-rumah pribadi itu enggak boleh. Pembuangannya mau ke mana kalau IPAL-nya enggak diolah? Limbahnya kan darah dan lain-lain, itu membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Guna menekan praktik tersebut, Yuga mendorong pengetatan pengawasan secara berjenjang. Menurutnya, jajaran RT/RW, lurah, hingga camat harus turun tangan aktif mendeteksi lingkungan masing-masing.

Kendati demikian, Yuga memastikan pihak legislatif tidak berniat mematikan rezeki para pedagang. Solusi yang ditawarkan yakni melokalisir proses pemotongan ke fasilitas RPU terpusat, salah satunya di kawasan Pasar Keputran Selatan.

“Pedagang unggas tidak perlu khawatir karena sifatnya ini hanya melokalisir lokasi potongnya, bukan untuk menggeser para pedagang unggasnya,” terang Yuga.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Lewat pemusatan ini, proses pemotongan dijamin lebih higienis serta memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Pemkot bersama BUMD terkait juga bakal memfasilitasi para penjagal, termasuk dalam pengurusan sertifikasi.

Sebagai langkah konkret, Komisi B DPRD Surabaya dijadwalkan memanggil pihak PD Pasar bulan ini untuk mengevaluasi revitalisasi Pasar Keputran Selatan.

Pasar dua lantai tersebut nantinya diproyeksikan menampung pedagang komoditas kering di lantai atas, sementara lantai bawah difokuskan untuk komoditas basah serta fasilitas RPU terpadu.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.