Kamis, 04 Jun 2026 17:22 WIB

Ketua DPRD Surabaya Berikan Apresiasi pada Dedikasi Guru Ngaji dan Guru Agama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Des 2021 11:22 WIB
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono saat menghardiri acara Grand Final Hari Santri Nasional 2021, di Masjid Assasul A’mal, Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Minggu (19/12/2021) pagi.
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono saat menghardiri acara Grand Final Hari Santri Nasional 2021, di Masjid Assasul A’mal, Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Minggu (19/12/2021) pagi.

Surabaya (selalu.id) - Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para guru pendidikan Alquran dan guru agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha yang telah mengudaksi anak-anak dalam pemahaman agama.

Itu disampaikan ketika memberi sambutan Grand Final Hari Santri Nasional 2021, di Masjid Assasul A’mal, Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Minggu (19/12/2021) pagi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Lomba itu menampilkan para santri dan santriwati yang menjadi juara lomba, digelar Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Surabaya. Lomba itu digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2021 sekaligus memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-74.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi dan pengabdian para guru ngaji yang telah mendidik anak-anak untuk membaca Kitab Suci Alquran. Terima kasih pula kepada guru-guru agama lain, dari Kristen, Katolik, Hindu dan Budha yang tengah mengedukasi anak-anak dalam pemahaman keagamaan,” kata Adi Sutarwijono.

Hadir dalam acara itu KH Abdul Hakim dari Kantor Kementerian Agama Surabaya, pengurus DPC FKPQ Surabaya yang diketuai Ustad H. Moch. Alfan Nabhan, Camat Rungkut, Lurah Medokan Ayu, para ustadz dan ustadzah, serta para santri dan santriwati peserta lomba.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kita berkomitmen melahirkan generasi-generasi muda yang unggul. Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, juga mempunyai moral dan akhlak yang mulia sesuai tuntunan agama. Di sinilah letak peran penting para guru mengaji dan guru agama," kata Adi.

Politisi dari PDI Perjuangan itu mengatakan, DPRD Kota Surabaya terbuka bagi aspirasi seluruh warga masyarakat, termasuk para guru mengaji dan guru agama.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Di Surabaya, kita memberikan perhatian pada para guru mengaji dan guru agama, dengan memberikan insentif Rp 500 ribu per bulan, yang dialokasikan dari APBD Kota Surabaya. Mari kita syukuri itu dengan melipatgandakan dedikasi dan pengabdian dalam mengajar agama pada anak-anak," kata Adi. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.