Rabu, 22 Jul 2026 15:58 WIB

Ketua KPPS Ngagel Rejo Sempat Mengigau Hitung Surat Suara Sebelum Meninggal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Feb 2024 17:11 WIB
Ketua KPPS meninggal dunia
Ketua KPPS meninggal dunia

selalu.id - Fauziah Kadir (52) istri dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Ngagel Rejo mengaku bahwa suaminya, Joko Budiono (51) sebelum meninggal sempat mengeluh lemas dan tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk duduk, saat menghitung surat suara, di TPS 042, Ngagel Rejo, Wonokromo, Surabaya.

Fauziah menceritakan bahwa pada akhirnya suaminya hanya bisa membantu perhitungan surat suara untuk Pilihan Presiden (Pilpres) 2024 saja. Kemudian, dengan keluhan tersebut Ketua KPPS 042 tersebut dirujuk ke rumah sakit oleh keluarganya.

“Tanggal 14 Februari  itu sampai (penghitungan) Presiden sudah gak kuat, keluhannya lemas di TPS, gak kuat jalan, duduk juga gak kuat. Jadi kita bopong untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Fauziah, saat ditemui selalu.id di rumahnya.

Saat di rumah sakit, Fauziah menyampaikan bahwa suaminya sempat ngigau seperti sedang menghitung perolehan suara pemilu.

“Ngigaunya tentang TPS, ‘itu nanti anu ya ditambah ya baru dihitung’ (Joko ngigau, red). Sampai dokternya bilang ini bapaknya nyaleg ta? Enggak pak beliaunya ketua KPPS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Fauziah, Ketua KPPS itu sudah mengeluh tidak enak badan sejak tanggal 27 Januari 2024 lalu.

“Mulai sakit sudah istirahat di rumah, mulai tanggal 27 Januari itu panas. Saat hari pecoblosan, Rabu lalu, dibawa ke Rumah Sakit cek kesehatannya mengalami gula darah tinggi sampai gak sadarkan diri,” ujarnya.

Dari pernyataan Fauziah, sebelum menjadi Ketua KPPS Joko mengaku suaminya dalam kondisi normal dan bisa lolos skrining kesehatn.

“Itu (skrining kesehatan, red) aman, maka dari itu dia bisa lolos. Periksanya itu di rumah sakit Bungkul itu,” jelasnya.

Ia menambahkan saat mengalami keluhan di TPS 042 Ngagel Rejo tidak ada tim tenaga kesehatan (nakes) di tempat perhitungan suara tersebut.

“Enggak ada (nakes,red) disitu,” terangnya.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo, Achmad Muzzaky mengatakan, Ketua KPPS Joko secara tiba-tiba tidak sadarkan diri ketika hendak melakukan penghitungan suara.

"Kronologinya saat mau penghitungan suara, sekitar pukul 15.00 WIB, beliau pingsan di tempat," kata Muzzaky, kepada awak media.

Kemudian anggota KPPS membawa Joko ke RSUD dr. Soetomo, agar segera mendapatkan penanganan.

"(Setelah pingsan) langsung ke RSUD dr. Soetomo, masuk ke IRD (Instalasi Rawat Darurat). Sampai malam saya info ke Pak RW, juga masih belum sadar," jelasnya.

Muzzaky mengungkapkan, bahwa kemudian keluarga mendapat kabar dari dokter jika korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

"(Dugaan) karena kecapekan pasca penghitungan suara. Memang ada penyakit komorbid bawaannya, gula darahnya (naik)," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.