Senin, 02 Feb 2026 18:32 WIB

Ketua KPPS Ngagel Rejo Sempat Mengigau Hitung Surat Suara Sebelum Meninggal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Feb 2024 17:11 WIB
Ketua KPPS meninggal dunia
Ketua KPPS meninggal dunia

selalu.id - Fauziah Kadir (52) istri dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Ngagel Rejo mengaku bahwa suaminya, Joko Budiono (51) sebelum meninggal sempat mengeluh lemas dan tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk duduk, saat menghitung surat suara, di TPS 042, Ngagel Rejo, Wonokromo, Surabaya.

Fauziah menceritakan bahwa pada akhirnya suaminya hanya bisa membantu perhitungan surat suara untuk Pilihan Presiden (Pilpres) 2024 saja. Kemudian, dengan keluhan tersebut Ketua KPPS 042 tersebut dirujuk ke rumah sakit oleh keluarganya.

“Tanggal 14 Februari  itu sampai (penghitungan) Presiden sudah gak kuat, keluhannya lemas di TPS, gak kuat jalan, duduk juga gak kuat. Jadi kita bopong untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Fauziah, saat ditemui selalu.id di rumahnya.

Saat di rumah sakit, Fauziah menyampaikan bahwa suaminya sempat ngigau seperti sedang menghitung perolehan suara pemilu.

“Ngigaunya tentang TPS, ‘itu nanti anu ya ditambah ya baru dihitung’ (Joko ngigau, red). Sampai dokternya bilang ini bapaknya nyaleg ta? Enggak pak beliaunya ketua KPPS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Fauziah, Ketua KPPS itu sudah mengeluh tidak enak badan sejak tanggal 27 Januari 2024 lalu.

“Mulai sakit sudah istirahat di rumah, mulai tanggal 27 Januari itu panas. Saat hari pecoblosan, Rabu lalu, dibawa ke Rumah Sakit cek kesehatannya mengalami gula darah tinggi sampai gak sadarkan diri,” ujarnya.

Dari pernyataan Fauziah, sebelum menjadi Ketua KPPS Joko mengaku suaminya dalam kondisi normal dan bisa lolos skrining kesehatn.

“Itu (skrining kesehatan, red) aman, maka dari itu dia bisa lolos. Periksanya itu di rumah sakit Bungkul itu,” jelasnya.

Ia menambahkan saat mengalami keluhan di TPS 042 Ngagel Rejo tidak ada tim tenaga kesehatan (nakes) di tempat perhitungan suara tersebut.

“Enggak ada (nakes,red) disitu,” terangnya.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo, Achmad Muzzaky mengatakan, Ketua KPPS Joko secara tiba-tiba tidak sadarkan diri ketika hendak melakukan penghitungan suara.

"Kronologinya saat mau penghitungan suara, sekitar pukul 15.00 WIB, beliau pingsan di tempat," kata Muzzaky, kepada awak media.

Kemudian anggota KPPS membawa Joko ke RSUD dr. Soetomo, agar segera mendapatkan penanganan.

"(Setelah pingsan) langsung ke RSUD dr. Soetomo, masuk ke IRD (Instalasi Rawat Darurat). Sampai malam saya info ke Pak RW, juga masih belum sadar," jelasnya.

Muzzaky mengungkapkan, bahwa kemudian keluarga mendapat kabar dari dokter jika korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

"(Dugaan) karena kecapekan pasca penghitungan suara. Memang ada penyakit komorbid bawaannya, gula darahnya (naik)," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.