Jumat, 05 Jun 2026 05:15 WIB

Ketua KPPS Ngagel Rejo Sempat Mengigau Hitung Surat Suara Sebelum Meninggal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Feb 2024 17:11 WIB
Ketua KPPS meninggal dunia
Ketua KPPS meninggal dunia

selalu.id - Fauziah Kadir (52) istri dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Ngagel Rejo mengaku bahwa suaminya, Joko Budiono (51) sebelum meninggal sempat mengeluh lemas dan tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk duduk, saat menghitung surat suara, di TPS 042, Ngagel Rejo, Wonokromo, Surabaya.

Fauziah menceritakan bahwa pada akhirnya suaminya hanya bisa membantu perhitungan surat suara untuk Pilihan Presiden (Pilpres) 2024 saja. Kemudian, dengan keluhan tersebut Ketua KPPS 042 tersebut dirujuk ke rumah sakit oleh keluarganya.

“Tanggal 14 Februari  itu sampai (penghitungan) Presiden sudah gak kuat, keluhannya lemas di TPS, gak kuat jalan, duduk juga gak kuat. Jadi kita bopong untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Fauziah, saat ditemui selalu.id di rumahnya.

Saat di rumah sakit, Fauziah menyampaikan bahwa suaminya sempat ngigau seperti sedang menghitung perolehan suara pemilu.

“Ngigaunya tentang TPS, ‘itu nanti anu ya ditambah ya baru dihitung’ (Joko ngigau, red). Sampai dokternya bilang ini bapaknya nyaleg ta? Enggak pak beliaunya ketua KPPS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Fauziah, Ketua KPPS itu sudah mengeluh tidak enak badan sejak tanggal 27 Januari 2024 lalu.

“Mulai sakit sudah istirahat di rumah, mulai tanggal 27 Januari itu panas. Saat hari pecoblosan, Rabu lalu, dibawa ke Rumah Sakit cek kesehatannya mengalami gula darah tinggi sampai gak sadarkan diri,” ujarnya.

Dari pernyataan Fauziah, sebelum menjadi Ketua KPPS Joko mengaku suaminya dalam kondisi normal dan bisa lolos skrining kesehatn.

“Itu (skrining kesehatan, red) aman, maka dari itu dia bisa lolos. Periksanya itu di rumah sakit Bungkul itu,” jelasnya.

Ia menambahkan saat mengalami keluhan di TPS 042 Ngagel Rejo tidak ada tim tenaga kesehatan (nakes) di tempat perhitungan suara tersebut.

“Enggak ada (nakes,red) disitu,” terangnya.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo, Achmad Muzzaky mengatakan, Ketua KPPS Joko secara tiba-tiba tidak sadarkan diri ketika hendak melakukan penghitungan suara.

"Kronologinya saat mau penghitungan suara, sekitar pukul 15.00 WIB, beliau pingsan di tempat," kata Muzzaky, kepada awak media.

Kemudian anggota KPPS membawa Joko ke RSUD dr. Soetomo, agar segera mendapatkan penanganan.

"(Setelah pingsan) langsung ke RSUD dr. Soetomo, masuk ke IRD (Instalasi Rawat Darurat). Sampai malam saya info ke Pak RW, juga masih belum sadar," jelasnya.

Muzzaky mengungkapkan, bahwa kemudian keluarga mendapat kabar dari dokter jika korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

"(Dugaan) karena kecapekan pasca penghitungan suara. Memang ada penyakit komorbid bawaannya, gula darahnya (naik)," ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.