Sabtu, 05 Sep 2026 20:06 WIB

Ketua KPPS Ngagel Rejo Sempat Mengigau Hitung Surat Suara Sebelum Meninggal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Feb 2024 17:11 WIB
Ketua KPPS meninggal dunia
Ketua KPPS meninggal dunia

selalu.id - Fauziah Kadir (52) istri dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Ngagel Rejo mengaku bahwa suaminya, Joko Budiono (51) sebelum meninggal sempat mengeluh lemas dan tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk duduk, saat menghitung surat suara, di TPS 042, Ngagel Rejo, Wonokromo, Surabaya.

Fauziah menceritakan bahwa pada akhirnya suaminya hanya bisa membantu perhitungan surat suara untuk Pilihan Presiden (Pilpres) 2024 saja. Kemudian, dengan keluhan tersebut Ketua KPPS 042 tersebut dirujuk ke rumah sakit oleh keluarganya.

“Tanggal 14 Februari  itu sampai (penghitungan) Presiden sudah gak kuat, keluhannya lemas di TPS, gak kuat jalan, duduk juga gak kuat. Jadi kita bopong untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Fauziah, saat ditemui selalu.id di rumahnya.

Saat di rumah sakit, Fauziah menyampaikan bahwa suaminya sempat ngigau seperti sedang menghitung perolehan suara pemilu.

“Ngigaunya tentang TPS, ‘itu nanti anu ya ditambah ya baru dihitung’ (Joko ngigau, red). Sampai dokternya bilang ini bapaknya nyaleg ta? Enggak pak beliaunya ketua KPPS,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Fauziah, Ketua KPPS itu sudah mengeluh tidak enak badan sejak tanggal 27 Januari 2024 lalu.

“Mulai sakit sudah istirahat di rumah, mulai tanggal 27 Januari itu panas. Saat hari pecoblosan, Rabu lalu, dibawa ke Rumah Sakit cek kesehatannya mengalami gula darah tinggi sampai gak sadarkan diri,” ujarnya.

Dari pernyataan Fauziah, sebelum menjadi Ketua KPPS Joko mengaku suaminya dalam kondisi normal dan bisa lolos skrining kesehatn.

“Itu (skrining kesehatan, red) aman, maka dari itu dia bisa lolos. Periksanya itu di rumah sakit Bungkul itu,” jelasnya.

Ia menambahkan saat mengalami keluhan di TPS 042 Ngagel Rejo tidak ada tim tenaga kesehatan (nakes) di tempat perhitungan suara tersebut.

“Enggak ada (nakes,red) disitu,” terangnya.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo, Achmad Muzzaky mengatakan, Ketua KPPS Joko secara tiba-tiba tidak sadarkan diri ketika hendak melakukan penghitungan suara.

"Kronologinya saat mau penghitungan suara, sekitar pukul 15.00 WIB, beliau pingsan di tempat," kata Muzzaky, kepada awak media.

Kemudian anggota KPPS membawa Joko ke RSUD dr. Soetomo, agar segera mendapatkan penanganan.

"(Setelah pingsan) langsung ke RSUD dr. Soetomo, masuk ke IRD (Instalasi Rawat Darurat). Sampai malam saya info ke Pak RW, juga masih belum sadar," jelasnya.

Muzzaky mengungkapkan, bahwa kemudian keluarga mendapat kabar dari dokter jika korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

"(Dugaan) karena kecapekan pasca penghitungan suara. Memang ada penyakit komorbid bawaannya, gula darahnya (naik)," ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.