Kamis, 04 Jun 2026 22:37 WIB

Ketua Golkar Surabaya Sebut Prabowo Tampil Sebagai Negarawan di Debat Capres

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Jan 2024 10:51 WIB
Ketua Dewan Pengarah TKD Surabaya Arif Fathoni 
Ketua Dewan Pengarah TKD Surabaya Arif Fathoni 

selalu.id - Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran menyatakan bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kualitas kenegarawanan dalam debat ketiga, Minggu (7/1/2024) malam.

Ketua Dewan Pengarah TKD Surabaya Arif Fathoni mengatakan bahwa pada debat ketiga ini performa Prabowo mengagumkan, meski sejak awal diserang dengan hal yang bersifat personal.

Tetapi mantan Danjen Kopasus tersebut tetap tidak terpancing dan mengemukakan sesuatu yang bisa membuat rahasia pertahanan negara kita menjadi bahan diskusi intelejen negara lain.

“Hal-hal yang sifatnya teknis namun bernilai strategis tidak bisa menjadi bahan konsumsi umum, transparansi itu keharusan dan itu sudah dilakukan dalam pembahasan di DPR RI, namun dimuka umum pembahasan tentang pertahanan dan keamanan tidak boleh telanjang, karena menyangkut martabat negara kita dimata negara lain,” ujarnya.

Apalagi sejak awal debat calon Presiden Anies Baswedan sudah memberikan narasi yang bersifat konfrontatif terhadap Prabowo Subianto dengan membandingkan antara kekayaan yang dimiliki Prabowo Subianto.

Menurutnya dengan kondisi kesejahteraan prajurit TNI Polri, meski hal itu wajar dalam panggung debat, namun pria yang akrab disapa Toni ini mengatakan, perbandingan yang disampaikan Anies Baswedan tidak relevan.

“Pak Prabowo ini memang lahir dari rahim pengusaha, wajar jika memiliki kelebihan rejeki yang diberikan oleh Tuhan, andai kata Mas Anies masih jadi mentri Pendidikan lalu ditanya kenapa masih ada guru di Indonesia yang masih belum bisa beli rumah lalu anda kok memiliki kekayaan milyaran tentu juga akan kaget, karena memang tidak relevan, baik dari aspek konstekstual maupun factual, ” paparnya.

Dalam paparan mengenai diplomasi internasional, lanjut Toni, Prabowo Subianto terlihat memiliki pandangan jauh kedepan tentang bagaimana membangun kehormatan bangsa Indonesia ditengah pergaulan global, kemandirian ekonomi menjadi pilar penting dalam meraih posisi tawar geopolitik global yang tidak menentu.

Dan hal ini sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi, jadi narasi Indonesia absen selama beberapa tahun terakhir dalam diplomasi internasional itu kesimpulan yang tidak berdasar, mengingat Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini tidak pernah absen dalam Upaya meredakan situasi global baik yang terjadi didataran eropa maupun Kawasan asia pasifik

“Membangun consensus dengan negara Kawasan itu tidak cukup dengan modal kata-kata, tapi menyatukan kepentingan take and give dalam kepentingan ekonomi berbagai negara, sehingga tercipta consensus dalam bidang gepolitik global, tiu sudah dilakukan Presiden Jokowi dengan mendatangi Rusia dan Ukraina ketika sedang dilanda perang, jadi kalau dianggap kita absen dalam diplomasi internasional,itu keliru besar mungkin karena semata-mata kepentingan electoral saja, yang penting asal beda dengan pemerintah, ” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai pemberian skor tentang kinerja Mentri Pertahanan yang diberikan skor rendah oleh Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Toni mengatakan itu hak yang dimiliki oleh kedua calon tersebut, namun pihaknya yang meyakini bahwa masyarakatlah yang akan menjadi penentu akhir dalam pelaksanaan pemilu ini

“Dalam masa damai memang kinerja pertahanan tidak akan terlihat secara gamblang, namun Prabowo Subianto sudah membuat pondasi pertahanan kita guna menanggulangi ancaman potensial dimasa yang akan datang, salah satunya adalah memperkuat alutsista kita, karena kalau kita mau dihargai oleh bangsa lain, maka ekonomi dan pertahanan kita harus kuat, ” tegasnya.

Kemudian, keetika ditanya mengenai kalimat Prabowo Subianto yang menyatakan Anies Baswedan tidak pantas bicara mengenai persoalan etik, Fathoni mengatakan itu ungkapan dari seorang senior kepada orang yang lebih muda, mengingat Ketika Anies Baswedan diberhentikan sebagai Mentri Pendidikan  dari kabinet Joko Widodo, Prabowo Subianto yang mendorong Anies mengabdi di DKI sebagai Gubernur

“Kita ini hidup dibelahan timur, Dimana tata krama harus dijunjung tinggi, bayangkan orang yang sudah memperjuangkan anda terpilih menjadi Gubernur lalu dalam kesempatan yang berbeda menyerang anda secara personal dimuka umum tentu akan menimbulkan rasa kecewa, makanya agama mengajarkan diatas ilmu itu ada adab, ” pungkasnya.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.