Jumat, 05 Jun 2026 02:16 WIB

Yenny Wahid Dukung Visi-Misi Ganjar-Mahfud Satu Desa Satu Puskesmas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Des 2023 17:49 WIB
Yenny Wahid
Yenny Wahid

selalu.id - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Yenny Wahid sangat mendukung Program Pasangan Calon (Paslon) Pilihan Presiden (Pilpres) nomor urut tiga terkait pembangunan puskesmas secara menyeluruh di setiap desa yang ada di Indonesia.

"Saya dukung Ganjar Mahfud janji mereka bangun satu puskesmas satu desa," kata Yenny, sambutannya di pengajian Akbar di Surabaya, Rabu (21/22/2023) malam.

Baca Juga: FJN Desak Prabowo Tetapkan Tiga Tokoh NU Jadi Pahlawan Nasional

Yenny pun bercerita bagaimana pengalaman Abdurahman Wahid alias Gusdur mantan Presiden keempat pernah mengalami masa kecilnya kehilangan seorang Ayah karena kecelakaan dan tidak adanya fasilitas puskesmas yang memadai.

"Dulu bapak saya, Gusdur umur 12 tahun sudah jadi anak yatim. Bapak Gusdur yakni pak Wahid pernah pergi ke Jawa Barat dan mengalami kecelakaan mobil. Gusdur yang duduk di depan dan Pak Wahid di belakang terluka parah. Tapi daerah disitu terpencil tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai," kata Putri Kedua Gusdur tersebut.

Baca Juga: Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Ajak Warga Pilih Pemimpin Visioner

Yenny mengisahkan bahwa Gus Dur dan ayahnya, Pak Wahid harus menunggu ambulans lama sekali. Dan Pak Wahid meninggal dipangkuan Gusdur. Oleh karenanya, aktivis perempuan NU itu sangat mendukung visi-misi Ganjar-Mahfud membangun puskesmas di setiap desa untuk merata kesejahteraan masyarakat.

"Kesejahteraan merata itu hanya tercapai kalau pemimpin mengerti penderitaan masyarakat. Ganjar-Mahfud anak e wong biasa, mengerti kalau sekolah susah bisa jadi sarjana," terangnya.

Baca Juga: Masa Tenang, Satpol PP Surabaya Copot Baliho Kampanye Pilkada Serentak

Sehingga, Ia menegaskan sangat penting memilih pemimpin yang rekam jejaknya jelas, menjunjung demokrasi, dan memerangi korupsi. Karena itu, dia memilih untuk mendukung Ganjar-Mahfud yang kerjanya cepat dan tidak pernah hanya janji.

"Indonesia negara kaya, uangnya banyak tapi banyak rakyat seng melarat, banyak yang masih punya utang. Karena masio negaranya kaya, tapi uangnya dikorupsi kita ingin pemimpin kedepan mau bekerja untuk kepentingan masyarakat, mau mengagakan hukum dan memerangi korupsi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.