Jumat, 05 Jun 2026 20:25 WIB

Terompet Tahun Baru Dilarang, Pedagang Minta Toleransi Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Des 2023 11:20 WIB
Pedagang terompet tahun baru
Pedagang terompet tahun baru

selalu.id - Pedagang terompet di Surabaya bingung terkait pelarangan jual terompet pada momentum masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Darman salah satu pedagang terompet yang berjualan di Flyover Pasar Kembang mengaku resah dengan adanya larangan penjualan terompet.

"Urgensinya apa ketika ada larangan terompet pada nataru. Larangan tersebut ketika itu diberlakukan pada saat pandemi Covid-19, karena saat itu memang untuk mengantisipasi penularan virus," kata Darman, saat ditemui selalu.id, Kamis (21/12/2023).

Ia meminta kepada Wali Kota Eri Cahyadi untuk memberikan toleransi terhadap kebijakan pelarangan berjualan terompet di Surabaya.

"Tapi kali ini ada larangan terkait hal itu lagi. Kami sebagai rakyat kecil minta tolerasi dan kebijakan Pak Wali Kota Eri Cahyadi untuk memperbolehkan penjual terompet berjualan," ungkap Darma.

Diketahui dalam Surat Edaran (SE) terkait aturan pengamanan masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemkot Surabaya melarang menjual petasan berbahaya dan terompet.

"Dilarang menjual, menyalakan petasan yang dapat berpotensi terjadinya ledakan /kebakaran / korban manusia dan / atau barang, tidak memperjualbelikan terompet, tidak melakukan konvoi dan arak-arakan pada malam Tahun Baru yang berpotensi, menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan," tulis dalam SE.

Menurutnya SE soal pelarangan penjualan terompet tentu tidak masuk akal. Berbeda halnya ketika itu terkait larangan penjualan petasan masih dimaklumi karena untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misal kebakaran atau ledakan yang menimbulkan korban.

"Kalau larangan petasan saya masih setuju, tapi kalau terompet tentu saya menolak, karena tidak ada dampak yang berarti. Lagian ini cuma terompet, dimana salahnya, dimana bahayanya? Kami minta pemkot memberikan toleransi terkait itu, kalau bisa dicabut larangan itu," tandasnya.

Darma penjual dadakan ini mengaku menafaatkan momen Nataru untuk berjualan terompet demi mencari penghasilan tambahan. Meski tidak seberapa, tapi hasil penjualan sedikit bisa menambah pemasukan.

"Kalau saat ini masih sepi pembeli. Melihat tahun tahun sebelumnya lonjakan pembeli biasanya mulai naik setelah natal sampai malam tahun baru. Biasanya lumayan rata rata ada 5-10 ada pembeli terompet, " ujarnya.

Menurutnya diprediksi puncak penjualan akan meningkat drastis pada dua hari menjelang tahun baru. "Puncanya biasanya akhir bulan, pagi, siang, malam tahun baru itu banyak yang beli," ujarnya

Selain mengecer, Darman juga menjual terompet dengan sistem grosir dalam jumlah banyak. "Kadang pembeli kecil datang ke lapak saya untuk membeli  terompet dalam jumlah cukup besar dan akan dijual lagi," imbuhnya.

Terompet yang dijual Darman beragam jenisnya, ada yang tiup, menggunakan pompa tangan ada pula yang menggunakan gas.

"Yang saya jual terompet plastik. Harga yang saya jual mulai Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 40 ribu untuk yang menggunakan tabung gas kecil," jelasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.