Kamis, 17 Sep 2026 15:32 WIB

Terompet Tahun Baru Dilarang, Pedagang Minta Toleransi Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Des 2023 11:20 WIB
Pedagang terompet tahun baru
Pedagang terompet tahun baru

selalu.id - Pedagang terompet di Surabaya bingung terkait pelarangan jual terompet pada momentum masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Darman salah satu pedagang terompet yang berjualan di Flyover Pasar Kembang mengaku resah dengan adanya larangan penjualan terompet.

"Urgensinya apa ketika ada larangan terompet pada nataru. Larangan tersebut ketika itu diberlakukan pada saat pandemi Covid-19, karena saat itu memang untuk mengantisipasi penularan virus," kata Darman, saat ditemui selalu.id, Kamis (21/12/2023).

Ia meminta kepada Wali Kota Eri Cahyadi untuk memberikan toleransi terhadap kebijakan pelarangan berjualan terompet di Surabaya.

"Tapi kali ini ada larangan terkait hal itu lagi. Kami sebagai rakyat kecil minta tolerasi dan kebijakan Pak Wali Kota Eri Cahyadi untuk memperbolehkan penjual terompet berjualan," ungkap Darma.

Diketahui dalam Surat Edaran (SE) terkait aturan pengamanan masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemkot Surabaya melarang menjual petasan berbahaya dan terompet.

"Dilarang menjual, menyalakan petasan yang dapat berpotensi terjadinya ledakan /kebakaran / korban manusia dan / atau barang, tidak memperjualbelikan terompet, tidak melakukan konvoi dan arak-arakan pada malam Tahun Baru yang berpotensi, menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan," tulis dalam SE.

Menurutnya SE soal pelarangan penjualan terompet tentu tidak masuk akal. Berbeda halnya ketika itu terkait larangan penjualan petasan masih dimaklumi karena untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misal kebakaran atau ledakan yang menimbulkan korban.

"Kalau larangan petasan saya masih setuju, tapi kalau terompet tentu saya menolak, karena tidak ada dampak yang berarti. Lagian ini cuma terompet, dimana salahnya, dimana bahayanya? Kami minta pemkot memberikan toleransi terkait itu, kalau bisa dicabut larangan itu," tandasnya.

Darma penjual dadakan ini mengaku menafaatkan momen Nataru untuk berjualan terompet demi mencari penghasilan tambahan. Meski tidak seberapa, tapi hasil penjualan sedikit bisa menambah pemasukan.

"Kalau saat ini masih sepi pembeli. Melihat tahun tahun sebelumnya lonjakan pembeli biasanya mulai naik setelah natal sampai malam tahun baru. Biasanya lumayan rata rata ada 5-10 ada pembeli terompet, " ujarnya.

Menurutnya diprediksi puncak penjualan akan meningkat drastis pada dua hari menjelang tahun baru. "Puncanya biasanya akhir bulan, pagi, siang, malam tahun baru itu banyak yang beli," ujarnya

Selain mengecer, Darman juga menjual terompet dengan sistem grosir dalam jumlah banyak. "Kadang pembeli kecil datang ke lapak saya untuk membeli  terompet dalam jumlah cukup besar dan akan dijual lagi," imbuhnya.

Terompet yang dijual Darman beragam jenisnya, ada yang tiup, menggunakan pompa tangan ada pula yang menggunakan gas.

"Yang saya jual terompet plastik. Harga yang saya jual mulai Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 40 ribu untuk yang menggunakan tabung gas kecil," jelasnya.

Baca Juga: Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Petugas datang berulang kali dalam sehari untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi.

Kecelakaan Dua Motor di Mojokerto, Satu Pemotor asal Jombang Tewas

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan penyebab pasti tabrakan dua sepeda motor tersebut.