Senin, 02 Feb 2026 01:49 WIB

Sukses Gelar Piala Dunia U-17, Pemkot Surabaya Siapkan Paket Wisata di Stadion GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Nov 2023 17:23 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Pertandingan Piala Dunia U-17 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) telah rampung. FIFA pun memuji kinerja Pemkot Surabaya sebagai penyelenggara dinilai sebagai yang terbaik.

Pertandingan Piala Dunia U-17 di Surabaya sendiri telah berakhir 21 November 2023 lalu atau saat digelarnya babak 16 besar antara Maroko melawan Iran.

Sebelumnya di GBT dipanggungkan laga-laga Grup A. Empat tim bersaing di Grup A, yakni Timnas Indonesia U-17, Maroko, Ekuador, dan Panama.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengucap rasa syukur daerah yang dipimpinnya mampu menggelar perhelatan internasional ini dengan lancar. Semua berjalan baik dan tidak menemui kendala.

“Ini sejarah bagi Kota Surabaya, bagaimana Stadion Gelora Bung Tomo kebanggaan Arek-Arek Suroboyo bisa dijadikan bagian dari Piala Dunia U-17. Bahkan, gol pertama Indonesia di Piala Dunia tercipta di GBT,” kata Eri Cahyadi, Kamis (23/11/2023).

“Ini bagian tidak terlupakan bagi warga Surabaya. Ternyata, dengan Piala Dunia U-17 ini bisa menggerakkan ekonomi Surabaya. Ada pertandingan dan tamu datang ke Surabaya, ini menggerakkan semua yang di Surabaya,” imbuhnya.

Yang menarik dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Surabaya adalah penonton tidak diperkenankan menggunakan kendaraan pribadi ke GBT. Hal ini ditujukan untuk mengurangi volume kendaraan selama turnamen berlangsung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 110 armada shuttle bus untuk mengangkut penonton selama Piala Dunia U-17 menuju stadion di kawasan Surabaya Barat itu. Para penonton bisa menggunakan fasilitas itu secara gratis selama pertandingan Piala Dunia U-17 berlangsung di Surabaya.

Ada enam titik keberangkatan shuttle bus. Keenamnya adalah Balai Kota, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Terminal Tambak Osowilangun (TOW), Terminal Benowo, tempat pengujian kendaraan bermotor Tandes, dan Ciputra World.

“Kami mempelajari betul penyelenggaraan pertandingan sepak bola ini. Contohnya penggunaan shuttle bus, kami menentukan titik-titik mana yang jadi tempat pulang pergi shuttle. Ini jadi pelajaran bagaimana kami bisa melaksanakan pertandingan internasional,” ujar Eri.

Selain itu, antusiasme penonton juga terlihat dalam babak 16 besar di Surabaya. Meski tak ada Timnas Indonesia yang berlaga, namun jumlah penonton yang menyaksikan laga itu cukup banyak.

“Tanggal 21 itu ada dua pertandingan yang tidak melibatkan Timnas Indonesia. Tapi, tiket laku terjual puluhan ribu. Ini menunjukkan bahwa Surabaya kota yang senang sepak bola,” ucap Eri.

“FIFA menyampaikan kepada PSSI bahwa mereka kagum dengan pelaksanaan Piala Dunia U-17 di Surabaya. Mereka bilang di antara semua stadion, yang paling siap adalah Surabaya. Saya secara pribadi memberikan nilai rapor pelaksanaan Piala Dunia U-17 di Surabaya ini di angka 8-9,” tambahnya.

Dari sisi keamanan, Polri menyiapkan sekitar 350 personel anggota dari berbagai satuan kerja mendapat latihan khusus yang ditempatkan di area stadion selama hari pertandingan. Itu merupakan personel gabungan dari Brimob, Reserse, hingga Lalu Lintas sebagai Steward.

Tak hanya Stadion GBT, pengamanan juga dilakukan termasuk di venue yang digunakan sebagai tempat latihan, yakni Stadion Gelora 10 November 2023, Lapangan THOR, dan Lapangan A-C Kompleks Stadion GBT.

Selain itu, pengamanan ini juga bekerja sama dengan Pemkot Surabaya yang ikut membantu kelancaran lalu lintas dengan penyediaan shuttle bus. Penonton juga tetap tertib selama berada di Stadion.

“Alhamdulillah, Kota Surabaya bisa menjadi bagian dari Piala Dunia U-17. Kami berterima kasih kepada Menpora, Kementerian PUPR, dan PSSI karena Surabaya sudah dipercaya menjadi bagian dari Piala Dunia U-17,” ujar Eri.

“Saya juga berterima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya. Beliau begitu bersemangat dan berjuang menjaga Kota Surabaya. Termasuk juga Forkompimda Surabaya. Semuanya berjalan baik sampai tanggal 21 di Surabaya,” tuturnya.

Surabaya benar-benar merasa bangga dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Kota Pahlawan. Apalagi, Piala Dunia U-17 juga mampu menggerakkan ekonomi Surabaya.

Tingkat hunian hotel meningkat, merchandise lokal buatan UMKM Surabaya juga banyak terjual. "85 persen merchandise dari UMKM Surabaya terjual. Atau sekitar 16 ribu," terang Eri.

"Belajar dari ini semua, ke depan kami akan buatkan paket wisata ke GBT. Nantinya akan kami buatkan ruangan khusus untuk memajang jersey tim yang pernah bermain di GBT selama Piala Dunia U-17," imbuhnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.