Selasa, 03 Feb 2026 02:31 WIB

Gedung MUI Tower Jatim Diresmikan, Gubernur Khofifah Upayakan Percepatan Sertifikasi Halal

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian MUI Tower Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam peresmian MUI Tower Jatim

selalu.id - Guna mewujudkan keinginan masyarakat Indonesia terhadap percepatan sertifikasi halal, Pemprov Jatim resmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau MUI Tower Jatim yang terletak di Jalan Raya Wisma Pagesangan, Surabaya, Selasa (21/11) malam.

Peresmian MUI tower tersebut dibuka dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekda Prov. Jatim Adhy Karyono, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar dan Ketua Umum MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

Baca Juga: Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

Sebagai informasi, Gedung MUI Tower Jatim berdiri di atas lahan seluas 3.045 m2 dan terdiri dari 5 lantai dengan luas bangunan mencapai 4.900 m2. Total anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan Gedung MUI Jatim ini mencapai Rp 36,9 M.

Gedung ini didesain dengan konsep modern yang dilengkapi dengan ornamen islami. Terdiri dari beberapa ruangan antara lain lobby, ruang konsultasi, ruang rapat, ruang laktasi, mushola, ruang badan dan lembaga, ruang serbaguna, dan laboratorium halal.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap dengan berdirinya Gedung MUI Tower di Jatim ini, tidak hanya berfungsi sebagai sentra bertemunya para ulama, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai majlis ilmu. Sehingga selain berfungsi sebagai perkantoran, juga dapat mendiskusikan berbagai macam keilmuan.

"Yang ingin saya sampaikan adalah kami berharap majelis ilmunya di sini. Para pakar sains bisa melakukan berbagai ikhtiar terutama untuk industri halal di sini," kata Khofifah kepada selalu.id, Kamis (23/11/2023).

Dirinya juga menjelaskan, para guru besar juga dapat melakukan diskusi atau meeting di gedung ini. Ia menyebut tersedia banyak ruang rapat di Gedung MUI Tower  Jatim ini yang dapat dimanfaatkan untuk membahas persoalan yang baik yang  berkaitan dengan umat, juga keilmuan yang didasarkan pada nilai-nilai agama yang menjadi dasar membangun moderasi dan toleransi.

"Insyaallah gedung ini memungkinkan untuk bisa memberikan layanan-layanan keumatan dan layanan umum lainnya," cetusnya.

Ia juga menuturkan, ke depan laboratorium halal yang ada di gedung ini diharapkan bisa menjadi penguat berkembangnya industri halal di Jawa Timur. Karena menurutnya ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh pemerintah salah satunya percepatan  sertifikasi halal.

"Nantinya banyak lembaga-lembaga yang mungkin bisa diaktifkan untuk bisa mendapatkan sertifikasi sesuai dengan keahlian-keahliannya," ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jatim ini mengharapkan Gedung MUI Jatim ini akan menjadi rumah besar bagi keluarga besar MUI dari berbagai ormas keagamaan Islam. Sehingga dari sini diharapkan bisa menyemai pentingnya membangun kebersamaan, kebersatuan dan kerukunan bagi seluruh warga bangsa.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

"Akan menjadi referensi luar biasa bukan hanya untuk Jawa Timur. Bagaimana kemudian menempatkan 'addinu wal mulku tauamaniy' hari ini bukan hanya kabupaten/kota di Jawa Timur, tapi kebutuhan untuk Indonesia," tegasnya.

Dirinya menegaskan bahwa kebersatuan dan kerukunan adalah hal penting yang harus terus dibangun di Indonesia. Terlebih di masa-masa dimana tensi politik mulai menghangat.

"Mudah-mudahan peresmian Gedung MUI  Tower Jatim ini adalah momentum kembali merekatkan persaudaraan kebersatuan dan kerukunan di antara kita semua," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, yang mengatakan bagaimana seharusnya hubungannya ulama dengan pemerintah itu dibangun dan berkolaborasi, sehingga satu sama lainnya saling membutuhkan menuju kemaslahatan umat.

Dikatakannya, hubungan Ulama dan Umara' atau pemerintah itu ibarat saudara kembar, sebagai partner satu sama lainnya. Dimana kekuasaan atau pemerintah yang tidak mengindahkan nilai-nilai esensial agama maka akan hancur.

"Artinya pemerintah dan ulama itu masing-masing punya makom sendiri-sendiri, di satu sisi menjaga agama dan di sisi lain kekuasaan menjaga eksistensi keduniaan. Kerjasama semua aspek ini dapat menjadikan kemaslahatan umat secara bersama-sama," jelasnya.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Sementara itu, Kiai Anwar juga turut memberikan apresiasi terhadap pembangunan Gedung MUI Jatim. Menurutnya, kantor MUI Jatim adalah yang terbaik se-Indonesia.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jatim yang telah memberikan partisipasi nyata terhadap perkembangan MUI. Akan lebih bagus jika ini menjadi contoh bagi daerah lain," katanya.

Sedangkan Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Khofifah yang telah memberikan komitmen yang nyata, sehingga kantor MUI Jawa Timur bisa terbangun dengan baik dan menjadi kebanggaan semuanya.

"Jujur saya merasa bersyukur kepada Allah. Kantor MUI ini bukan hanya menjadi kebanggaan kami di MUI tapi juga menjadi kebanggaan seluruh ulama dan umat Jawa Timur dan ini akan dicatat dalam sejarah," tandasnya.

Sekadar diketahui, Pejabat yang hadir pada peresmian gedung MUI Jatim tersebut yakni, Wakil Gubernur Jawa Timur, Sekdaprov Jatim, Jajaran Forkopimda Jatim, Ketua Umum MUI, Ketua Umum MUI Jawa Timur, Ka. kanwil Kemenag Prov. Jatim, Ketua PWNU Jatim dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.