Selasa, 03 Feb 2026 20:46 WIB

Jadi Percontohan Pemenuhan Hak Anak, Pemkot Surabaya MoU dengan UNICEF dan Bappenas RI

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Nov 2023 09:59 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan Penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) melalui penerusan kerjasama antara United Nation Children’s Fund (UNICEF).

Kerjasama itu juga bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI tentang Pemenuhan Konvensi Hak Anak untuk Program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) di Gedung Merah Putih Komplek Balai Pemuda Surabaya, Selasa (14/11/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang akrab disapa Bintang Puspayoga menyapa dan memberikan arahan secara daring.

Ia lantas memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, UNICEF, dan Bappenas RI atas kolaborasi penting yang tertuang melalui penandatanganan kerjasama antar pihak.

“Ini menunjukkan kuatnya komitmen kepala daerah dan masyarakat Kota Surabaya dalam mewujudkan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan,” kata Bintang Puspayoga.

Bahkan, ia kembali memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya atas langkah majunya dalam memperkuat implementasi 24 indikator KLA melalui program CFCI UNICEF yang bertujuan menjadikan Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak Tingkat Dunia.

“Saya berharap langkah yang dilakukan Kota Surabaya ini dapat direplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia,” ujar dia.

Dalam sambutannya, Perencana Ahli Madya Bappenas, Focal Point Pokja Perlindungan Anak, Program Kerjasama Pemerintah RI-UNICEF, Yosi Diani Tresna menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegakkan komitmen serta peran Pemkot Surabaya dan UNICEF untuk berkolaborasi dalam program CFCI yang bertujuan untuk memastikan setiap anak dapat tinggal di lingkungan perkotaan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

“Kota Surabaya dipilih menjadi kota pertama di Indonesia yang menjadi pilot dari program CFCI, karena memiliki potensi besar untuk menjadi menjadi Kota Layak Anak yang berstandar internasional,” kata Yosi.

Karenanya, ia berharap program CFCI di Kota Surabaya dapat menjadi menjadi modal inovasi dalam upaya menciptakan Kota Layak Anak Tingkat Dunia dengan tetap menghormati kearifan lokal dan nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya dan UNICEF yang telah berkomitmen dalam melaksanakan program CFCI, serta seluruh pihak terkait yang tergerak untuk mendukung pelaksanan kegiatan ini. Selanjutnya semoga inovasi ini dapat dikebangkan dan direplikasi daerah lain secara berkelanjutan,” ujar dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan melalui penandatangan kerjasama tersebut, ia berharap Kota Surabaya dapat menjadi Kota Layak Anak Tingkat Dunia.

Terlebih lagi, Kota Surabaya sendiri sudah 6 kali berturut-turut mendapatkan Predikat Utama dalam penganugerahan dan pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Pada penganugerahan kemarin, kalau predikat paripurna nilainya 901, sedangkan kita sudah 900 kurang 1 (poin). Tapi sebenarnya bukan itu tujuannya, kenapa kami memberanikan diri ke internasional dan satu-satunya di Indonesia? karena kami beruapaya di Surabaya selalu mengutamakan hak anak,” kata Wali Kota Eri seusai acara tersebut.

Ia menegaskan, pemenuhan konvensi hak anak sangat penting dalam pembangunan kota yang berkelanjutan dan berwawasan anak. Karena anak-anak adalah investasi berharga bagi masa depan kota dan bangsa, sehingga perlu memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan dan hak-hak mereka.

Karenanya, Pemkot Surabaya terus berkomitmen mewujudkan Surabaya menjadi kota yang ramah anak.

“Nanti akan dipandu oleh UNICEF dan Bappenas agar menjadi kota yang ramah anak. Sebab, tidak semua lapisan penjuru di kota kami ketahui, UNICEF mengatakan kalau berbagai hal itu juga terjadi di kota-kota ramah anak di luar negeri. Tapi langkah yang dilakukan pemkot, dan bagaimana tahapan-tahapannya itulah yang kami lakukan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya terus meningkatkan realisasi program-program pendukung. Seperti, kegiatan Sinau serta Ngaji Bareng di 168 Balai RW, dan Forum Anak Surabaya (FAS) di 31 Kecamatan.

Bahkan, FAS telah dilibatkan dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun kota.

“Kami juga akan membuat modul bersama UNICEF dan Bappenas sehingga nanti anak di Surabaya lebih berani mengeluarkan pendapat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Kantor UNICEF untuk Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara memberikan ucapan selamat kepada anak-anak di Kota Pahlawan yang telah memberanikan diri untuk ikut serta mewujudkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak Tingkat Dunia.

Apalagi sejak tahun 2014, Kota Surabaya terus membuktikan dirinya untuk meraih predikat Kota Layak Anak.

“Konsep atau prasyarat keberlanjutan ini dipenuhi oleh Surabaya, maka kami dorong menjadi CFCI. Anak-anak Surabaya sangat aktif, mereka melakukan presentasi secara daring ke Asia Pacific, bahkan mereka menyatakan ingin jadi Kota Layak Anak Tingkat Dunia,” kata Arie.

Arie mengaku bahwa Kota Surabaya juga tak pernah berhenti bertumbuh. Sebab, Pemkot Surabaya terus menguatkan upaya perlindungan dan pemenuhan konvensi hak anak.

“Contoh yang sudah unggul adalah partisipasi anak-anak ikut Musrenbang di kelurahan, adanya forum anak di tingkat RT/RW, serta ditunjang dengan infrastruktur yang ada di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.