Kamis, 04 Jun 2026 08:53 WIB

Ada Tabung Helium dan Surat Berbahasa Inggris di Dalam Mobil Mahasiswi UNAIR yang Tewas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Nov 2023 19:45 WIB
Evakuasi jenazah Mahasiswi UNAIR yang tewas di dalam mobil
Evakuasi jenazah Mahasiswi UNAIR yang tewas di dalam mobil

selalu.id - Seorang mahasiswi Kedokteran Hewan (FKH) dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ditemukan tewas dalam mobil dalam kondisi kepala terbungkus plastik, pada Minggu (5/11/2023). Ditemukan pula tabung helium dengan selang yang menyambung ke plastik di kepala mahasiswi tersebut.

Informasi yang dihimpun selalu.id, mahasiswi berisinial CA itu ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB di dalam mobil Honda Jazz warna hitam bernopol AG 1484 BY yang terparkir di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Waru, Sidoarjo.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

CA ditemukan tewas dalam posisi duduk di jok bagian belakang kemudi mobil Honda Jazz.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, awalnya, pihaknya mendapatkan laporan dari Polsek Waru Sidoarjo terkait penemuan CA yang tewas di dalam mobil.

Kompol Andaru menyampaikan saat kali pertama ditemukan, CA terlihat tewas dengan kepala terbungkus plastik. Tak hanya itu, bagian leher berlakban. Meski begitu pihaknya belum bisa membeberkan jauh bagaimana hasil penyidikan kepolisian.

"Penyebab kematiannya masih kita telusuri dan dalami. Nanti, setelah hasil autopsi keluar, kami pasti sampaikan," ungkapnya.

Tetapi, kepolisian menemukan secarik surat ditemukan kepolisian di sebelah CA. Saat ini, surat itu telah diamankan oleh penyidik.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sementara Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengatakan, saat ini, polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dan mendalam sebelum hasil autopsi CA keluar.

"Kami tunggu sampai nanti keluar, baru kami sampaikan ke publik," jelasnya.

Berbagai barang-barang ditemukan Polresta Sidoarjo. Selain secarik surat, polisi juga menemukan barang lain.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Waru Sidoarjo AKP Ahmad Yani yang mengatakan di dalam mobil, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban, antara lain, handphone dan kartu identitas diri. Selain benda-benda itu, polisi juga menemukan tabung helium serta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa inggris.

"Ada handphone, dompet dan  tabung helium. Ada juga surat tulisannya bahasa inggris," ujar AKP Yani.

Yani menyampaikan, surat itu berbahasa inggris dan ditujukan kepada orang tua, sahabat, serta orang dekat korban. Dia enggan menyampaikan isi surat karena masih dalam penyelidikan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.