Selasa, 21 Jul 2026 11:58 WIB

Ada Tabung Helium dan Surat Berbahasa Inggris di Dalam Mobil Mahasiswi UNAIR yang Tewas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Nov 2023 19:45 WIB
Evakuasi jenazah Mahasiswi UNAIR yang tewas di dalam mobil
Evakuasi jenazah Mahasiswi UNAIR yang tewas di dalam mobil

selalu.id - Seorang mahasiswi Kedokteran Hewan (FKH) dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ditemukan tewas dalam mobil dalam kondisi kepala terbungkus plastik, pada Minggu (5/11/2023). Ditemukan pula tabung helium dengan selang yang menyambung ke plastik di kepala mahasiswi tersebut.

Informasi yang dihimpun selalu.id, mahasiswi berisinial CA itu ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB di dalam mobil Honda Jazz warna hitam bernopol AG 1484 BY yang terparkir di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Waru, Sidoarjo.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

CA ditemukan tewas dalam posisi duduk di jok bagian belakang kemudi mobil Honda Jazz.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, awalnya, pihaknya mendapatkan laporan dari Polsek Waru Sidoarjo terkait penemuan CA yang tewas di dalam mobil.

Kompol Andaru menyampaikan saat kali pertama ditemukan, CA terlihat tewas dengan kepala terbungkus plastik. Tak hanya itu, bagian leher berlakban. Meski begitu pihaknya belum bisa membeberkan jauh bagaimana hasil penyidikan kepolisian.

"Penyebab kematiannya masih kita telusuri dan dalami. Nanti, setelah hasil autopsi keluar, kami pasti sampaikan," ungkapnya.

Tetapi, kepolisian menemukan secarik surat ditemukan kepolisian di sebelah CA. Saat ini, surat itu telah diamankan oleh penyidik.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Sementara Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengatakan, saat ini, polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dan mendalam sebelum hasil autopsi CA keluar.

"Kami tunggu sampai nanti keluar, baru kami sampaikan ke publik," jelasnya.

Berbagai barang-barang ditemukan Polresta Sidoarjo. Selain secarik surat, polisi juga menemukan barang lain.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Waru Sidoarjo AKP Ahmad Yani yang mengatakan di dalam mobil, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban, antara lain, handphone dan kartu identitas diri. Selain benda-benda itu, polisi juga menemukan tabung helium serta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa inggris.

"Ada handphone, dompet dan  tabung helium. Ada juga surat tulisannya bahasa inggris," ujar AKP Yani.

Yani menyampaikan, surat itu berbahasa inggris dan ditujukan kepada orang tua, sahabat, serta orang dekat korban. Dia enggan menyampaikan isi surat karena masih dalam penyelidikan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.