Kamis, 04 Jun 2026 14:58 WIB

Ganjar Pranowo Dinilai Pantas Lanjutkan Tugas Presiden Jokowi Setelah Sukses di Jawa Tengah

anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari
anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari

selalu.id - Ditunjuknya Ganjar sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri adalah amanah partai untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hari ini pun, Ganjar Pranowo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Selasa (5/9/2023). Kader senior PDI Perjuangan itu telah sukses menjabat gubernur selama dua periode dengan setumpuk prestasi.

Baca Juga: Dorong Penguatan Mutu Pendidikan, DPRD Jatim Minta Pergub PSM Segera Disahkan

"Saya sesama kader PDI Perjuangan sangat yakin dan bahkan haqqul yakin, Pak Ganjar Pranowo bisa mengemban tugas yang lebih berat, setelah sukses menjadi gubernur Jawa Tengah," ujar anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Agatha Retnosari, saat dikonfirmasi, Selasa (5/9/2023).

Dipilihnya Ganjar sebagai capres, kata Agatha, pasti sudah melalui proses panjang dan matang yang dilakukan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Apalagi DPP PDI Perjuangan selama ini telah memantau semua rekam jejak kader Banteng tanpa terkecuali, termasuk Ganjar Pranowo.

Agatha mengakui, selama dua periode Ganjar memimpin Jawa Tengah, telah banyak prestasi yang torehkannya. Bahkan Ganjar termasuk gubernur yang pertama kali memanfaatkan media sosialnya, untuk menyelesaikan masalah di masyarakat dengan baik, cepat dan tepat.

"Pada awal jadi gubernur, Pak Ganjar telah memanfaatkan media sosialnya dengan baik, Lewat medsos itu, Pak Ganjar bisa berkomunikasi langsung dengan rakyatnya. Di medsos juga rakyat bisa menyampaikan permasalahannya. Makanya Pak Ganjar meminta OPD untuk terus memantau medsosnya. Jika ada masalah, langsung bisa diselesaikan dengan cepat," ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Dengan medsos ini, lanjut Agatha, semua permasalahan rakyat Jawa Tengah bisa terpantau dan terselesaikan dengan baik. "Waktu itu belum banyak kepala daerah yang berani memanfaatkan medsos untuk membantu tugasnya. Baru sekarang banyak diikuti kepala daerah lainnya," tuturnya.

Program-program Ganjar juga dinilai sangat membantu masyarakat. Agatha mencontohkan program "Tuku Lemah Oleh Omah". Program ini belum ada di provinsi lain.

"Program ini sangat briliant dan tak terpikirkan gubernur lain. Seperti kita ketahui, beli rumah sekarang sangat mahal. Pak Ganjar bisa memberikan solusi. Bagi warga yang memiliki tanah, bisa dibangunkan rumah oleh Pemprov Jawa Tengah," ungkapnya.

Baca Juga: Driver Online Malang Dukung Regulasi RUU dalam Demo di DPRD Jatim Besok

Dengan banyaknya prestasi ini, Agatha menilai, Ganjar sangat pantas untuk melanjutkan tugasnya ke Jakarta dengan menjadi presiden Indonesia yang kedelapan.

Apalagi, kata perempuan asli Surabaya ini, selama menjadi anggota DPR RI hingga gubernur dua periode, Ganjar bersih tidak pernah terlibat korupsi.

"Satu lagi nilai plus Pak Ganjar. Wajah beliau teduh, banyak senyum dan dekat dengn rakyat. Saat rakyat mau mengadu dan mengeluh, separoh permasalahannya sudah selesai dengan melihat Pak Ganjar. Dan ini tidak dimiliki capres lainnya. Semoga Pak Ganjar sukses mengemban tugas barunya di Jakarta pada 2024 nanti sebagai presiden penerus Pak Jokowi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.