Selasa, 20 Okt 2026 09:34 WIB

Gandeng Kejaksaan, Menteri Erick Thohir Bersih-bersih BUMN

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Agu 2023 22:43 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat acara Sound of Justice di Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya
Menteri BUMN Erick Thohir saat acara Sound of Justice di Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya

selalu.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggandeng Kejaksaan untuk membantu mengungkapkan kasus-kasus yang ada di BUMN.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Erick Thohir dalam acara Sound of Justice di Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Minggu (27/8/2023).

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Erick menyebut bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Kejaksaan untuk mengungkapkan berbagai kasus. Bahkan, sejumlah kasus yang ada di BUMN sudah dilaporkan. Saat ini kasus-kasus itu masih dalam proses dan sudah ada yang diproses

"Ini kehormatan bagi kami BUMN bisa terus berkolaborasi dengan kejaksaan, kami sudah membongkar kasus-kasus besar seperti Jiwasraya, Asabri, Garuda," ungkap Erick, kepada awak media di Gedung ASSEC UNAIR, Surabaya.

BUMN sudah pernah melaporkan terkait dugaan korupsi dana pensiun yang saat ini kasusnya masih menunggu proses audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Jadi nanti ketika selesai baru dari hasil audit itu kita laporkan ke kejaksaan," ujarnya.

Erick awalnya menargetkan kasus tersebut diselesaikan pada Juli 2023 lalu. Namun, BPKP meminta waktu tambahan untuk menyusut kasus tersebut.

"Target saya Juli, cuma BPKP minta waktu tambahan audit dua bulan supaya bisa memisahkan mana yang korupsi mana yang salah administrasinya," jelasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Pelaporan yang dilakukannya, Erick menegaskan, bukan semata-mata untuk memenjarakan seseorang. Dirinya hanya ingin memperbaiki semuanya, termasuk sistem yang ada.

"Kami bukan ingin memenjarakan tapi bagaimana memperbaiki sistem yang ada," kata dia.

Lebih lanjut Erick mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan untuk BUMN hanya 50 persen dan kini meningkat naik 80 persen. Bahkan, hal ini terbukti terkait kasus Jiwasraya juga sukses dibongkar oleh Kejaksaan.

"Kehormatan kami dari BUMN kepada kejaksaan membongkar kasus jiwasraya dan lain lain,"tuturnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Erick menambahkan, sejak awal dirinya ingin bersih-bersih BUMN. Namun, hal tersebut tidak bisa bekerja dengan sendirinya. Sehingga kerjasama dengan KPK juga salah satu bentuk pencegahan.

"Kerjasama dengan KPK itu salah satu bentuk pencegahan, makanya kami fokus LHKPN, training pencegahan, tapi untuk penegakan hukum dan perbaikan sistem, kami kerja sama dengan kejaksaan," terang dia.

"Hasilnya sangat maksimal, kasus Jiwasraya, Garuda, Waskita, Asabri. Hal-hal yang saya rasa ini prestasi luar biasa," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.