Sabtu, 06 Jun 2026 05:02 WIB

Kisah Kartika, Anak Penjual Bubur yang Berhasil Masuk Kedokteran UNAIR Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Agu 2023 09:44 WIB
Kartika Devina Putri 
Kartika Devina Putri 

selalu.id - Seorang anak penjual bubur kacang ijo asal Palembang berhasil lolos masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlanggan (FK UNAIR) secara gratis melalui seleksi jalur rapor atau prestasi.

Anak penjual bubur kacang ijo itu bernama Kartika Devina Putri dengan segala kerja kerasnya berhasil mendapat beasiswa dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Kartika bercerita meski keluarganya keterbatasan finansial, tak menghalanginya untuk bercita-cita sebagai dokter, walau tahu betapa mahalnya kuliah kedokteran. Maka, dirinya pun tak menyangka berhasil selangkah lebih mantap menggapai cita-citanya tersebut dengan kuliah gratis di Universitas Negeri ternama di Indonesia.

“Dokter itu cita-cita aku sejak kecil, tapi aku sadar dengan finansial keluarga rasanya tidak mungkib. Makanya aku belajar lebih keras sampai mendarah daging setiap hari," ungkap Kartika, melalui rilisnya kepada selalu.id, Jumat (18/8/2023).

Pekerjaan ayahnya yang harus berangkat pagi pulang petang untuk berjualan kacang ijo menjadi pemicu semangatnya untuk merubah nasib keluarga.

"Banyak yang bilang kalau meskipun dengan beasiswa tidak akan mungkin bisa. Tapi aku tidak akan menyerah, kalau perlu aku kuliah sambil usaha sampai pendidikanku selesai," ujarnya.

Mahasiswi baru itu pun juga bercerita perjuangannya lolos kedokteran UNAIR dengan KIP Kuliah, Kartika mengungkapkan bahwa meskipun dengan keterbatasan ekonomi, pendidikan selalu ditanamkan untuk menjadi investasi terpenting dalam keluarga Kartika.

Hal itu yang membuatnya menjadi siswa berprestasi dan tidak pernah membayar biaya sekolah sejak SD sampai kuliah. Kartika juga selalu mendapat juara satu paralel di sekolah.

"Meskipun ayah saya hanya lulusan STM, tapi beliau selalu menekankan bahwa pendidikan adalah investasi yang panjang," terangnya.

Tak hanya menjadi siswa berprestasi, Kartika juga aktif dalam mengikuti kegiatan organisasi. Pihaknya menjadi ketua MPK provinsi, Green Generation, Gen Smart Indonesia dan beberapa organisasi lain.

“Alhamdulillah Kartika juga ikut beberapa lomba dan salah satunya mendapat best team speaker harvest education by Asia Education dari Melbourne University," ucapnya.

Lebih lanjut Kartika juga menyusun strategi dan mengelola peluang saat pendaftaran SNBP. Pihaknya selalu mengikuti sharing session, dan mencari tahu seluk beluk penilaian seleksi UNAIR. Hal itu mengantarnya meraih mimpinya.

"Kedepan mimpi saya menjadi mahasiswa berprestasi, saya akan memanfaatkan setiap kesempatan pun pertukaran pelajar ke luar negeri untuk mengimplementasikan ilmu yang saya dapat di UNAIR," pungkasnya.

Baca Juga: Pengabdian Dr. Etty Harjanti Diapresiasi Pemprov Jatim dengan Lecana Jer Basuki Mawa Beya Perak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.