Senin, 07 Sep 2026 05:34 WIB

Kisah Kartika, Anak Penjual Bubur yang Berhasil Masuk Kedokteran UNAIR Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Agu 2023 09:44 WIB
Kartika Devina Putri 
Kartika Devina Putri 

selalu.id - Seorang anak penjual bubur kacang ijo asal Palembang berhasil lolos masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlanggan (FK UNAIR) secara gratis melalui seleksi jalur rapor atau prestasi.

Anak penjual bubur kacang ijo itu bernama Kartika Devina Putri dengan segala kerja kerasnya berhasil mendapat beasiswa dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Kartika bercerita meski keluarganya keterbatasan finansial, tak menghalanginya untuk bercita-cita sebagai dokter, walau tahu betapa mahalnya kuliah kedokteran. Maka, dirinya pun tak menyangka berhasil selangkah lebih mantap menggapai cita-citanya tersebut dengan kuliah gratis di Universitas Negeri ternama di Indonesia.

“Dokter itu cita-cita aku sejak kecil, tapi aku sadar dengan finansial keluarga rasanya tidak mungkib. Makanya aku belajar lebih keras sampai mendarah daging setiap hari," ungkap Kartika, melalui rilisnya kepada selalu.id, Jumat (18/8/2023).

Pekerjaan ayahnya yang harus berangkat pagi pulang petang untuk berjualan kacang ijo menjadi pemicu semangatnya untuk merubah nasib keluarga.

"Banyak yang bilang kalau meskipun dengan beasiswa tidak akan mungkin bisa. Tapi aku tidak akan menyerah, kalau perlu aku kuliah sambil usaha sampai pendidikanku selesai," ujarnya.

Mahasiswi baru itu pun juga bercerita perjuangannya lolos kedokteran UNAIR dengan KIP Kuliah, Kartika mengungkapkan bahwa meskipun dengan keterbatasan ekonomi, pendidikan selalu ditanamkan untuk menjadi investasi terpenting dalam keluarga Kartika.

Hal itu yang membuatnya menjadi siswa berprestasi dan tidak pernah membayar biaya sekolah sejak SD sampai kuliah. Kartika juga selalu mendapat juara satu paralel di sekolah.

"Meskipun ayah saya hanya lulusan STM, tapi beliau selalu menekankan bahwa pendidikan adalah investasi yang panjang," terangnya.

Tak hanya menjadi siswa berprestasi, Kartika juga aktif dalam mengikuti kegiatan organisasi. Pihaknya menjadi ketua MPK provinsi, Green Generation, Gen Smart Indonesia dan beberapa organisasi lain.

“Alhamdulillah Kartika juga ikut beberapa lomba dan salah satunya mendapat best team speaker harvest education by Asia Education dari Melbourne University," ucapnya.

Lebih lanjut Kartika juga menyusun strategi dan mengelola peluang saat pendaftaran SNBP. Pihaknya selalu mengikuti sharing session, dan mencari tahu seluk beluk penilaian seleksi UNAIR. Hal itu mengantarnya meraih mimpinya.

"Kedepan mimpi saya menjadi mahasiswa berprestasi, saya akan memanfaatkan setiap kesempatan pun pertukaran pelajar ke luar negeri untuk mengimplementasikan ilmu yang saya dapat di UNAIR," pungkasnya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.