Selasa, 21 Jul 2026 22:16 WIB

MBC Jatim Gelar Baksos Tiga Lokasi, Patahkan Stigma Pengendara Moge Arogan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Des 2020 15:00 WIB
Anggota MBC berfoto bersama penghuni Panti Asuhan
Anggota MBC berfoto bersama penghuni Panti Asuhan

Surabaya (selalu.id) - Motor Besar Club' (MBC) Jawa Timur menggelar bakti sosial (baksos) di dua kota (Surabaya dan Gresik) sekaligus, Minggu (13/12/2020). Mereka membagi-bagi sembako serta baju senilai 25 juta kepada warga di tiga lokasi.

Baca Juga: Fakta Baru Kecelakaan Bendahara Demokrat Renville, Polisi Temukan ini

Dengan berkendara motor besar (Harley Davidson), rombongan anggota MBC menyambangi panti Sumber Kasih, Wiyung sebagai lokasi pertama. Mereka membagikan 75 paket sembako serta sejumlah uang. Perjalanan baksos dilanjutkan menuju Pelabuhan Rakyat, Gresik dengan kegiatan yang sama. Dikawal oleh Satlantas Polres Gresik dan Gresik Rider Club (GRC) rombongan melanjutkan titik baksos ke tiga yang berlokasi di Pondok Al Muhajirin, Ujung Pangkah, Gresik.

Ketua MBC Jatim, Moh Rizal mengatakan, kegiatan ini adalah agenda rutin para anggota pemilik motor besar yang tergabung dalam MBC dengan dana swadaya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami (MBC) kepada masyarakat. Kami tidak hanya penggemar motor besar, tapi juga peduli kepada kegiatan sosial yang membantu masyarakat," ujar Rizal didampingi Humas MBC, Taufik Rohman.

Kegiatan ini, lanjut Taufik, sekaligus mematahkan stigma bahwa penggemar motor besar tidak selalu arogan merujuk pada kasus beberapa waktu lalu yang terjadi Bukittinggi, Sumatra Barat. 

"Kami adalah masyarakat penghobi motor besar. Kami tidak diajarkan arogan. Kalau kasus beberapa waktu lalu itu adalah oknum yang tidak bisa generalisir kepada semua penggemar motor besar. Terbukti kami punya agenda rutin bakti sosial kepada masyarakat," imbuh Taufik Rohman.

Pengurus Panti Sumber Kasih, David, menyambut senang konvoi puluhan motor besar dengan suara menggelegar menuju panti asuhnya. Anak-anak penghuni panti pun terlihat gembira, selain mendapatkan uang dan sembako, mereka bisa melihat dari dekat motor-motor besar legendaris buatan negri Paman Sam (julukan negara Amerika) tersebut.

"Kami berterima kasih atas bantuan dari teman-teman MBC yang peduli kepada sesama. Saya pribadi juga tidak percaya bahwa semua penggemar motor besar itu arogan. Buktinya mereka masih peduli seperti sekarang ini," jelasnya.

David berharap agar semua masyarakat termasuk penggemar motor besar terus peduli kepada sesama, karena kepedulian masyarakat yang mampu kepada yang tidak mampu akan memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Sekali lagi saya sangat berterima kasih atas kepedulian teman-teman MBC. Selain berkendara dengan motor besar, mereka juga memiliki hati yang peduli kepada sesama," pungkas David. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.