Selasa, 03 Feb 2026 06:51 WIB

Meninggal di Pesawat, Jemaah Haji 2023 Dapat Tunjangan Ansuransi Rp125 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Jun 2023 13:18 WIB
Jemaah haji saat proses kebarangkatan dengan pesawat
Jemaah haji saat proses kebarangkatan dengan pesawat

Selalu.id - Direktur Layanan Haji dalam Negeri, Saiful Mujab mengatakan bahwa Jemaah haji reguler Indonesia akan mendapatkan asuransi jiwa dan kecelakaan.

Saiful menyampaikan bahwa asuransi itu telah diberikan sejak jemaah masuk asrama, waktu pemberangkatan, dan ketika mereka masih di asrama, juga saat pemulangan.

Baca Juga: Urutan Kloter Haji Jatim Ditetapkan, Probolinggo Berangkat Paling Awal

"Jika setelah masuk asrama, wafat, jemaah dapat asuransi sesuai Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang disetorkan. Kalau kecelakaan, ada persentase perhitungan klaimnya tergantung tingkatan yang diderita," kata Saiful, melalui keterangan rilisnya, Jumat (9/6/2023).

Tak hanya itu, jemaah haji juga mendapatkan asuransi extra cover jika meninggal di dalam pesawat. "Jemaah haji yang wafat di pesawat, akan mendapat extra cover sebesar Rp125 juta. Ini bagian dari upaya perlindungan jemaah," ujarnya.

Tercatat saat ini berdasarkan data Siskohat, sebanyak 29 jemaah Indonesia meninggal di tanah suci saat menjalankan ibadah Haji.

"Sebanyak 23 jemaah wafat di Madinah dan 6 jemaah wafat di Mekah,” sambungnya.

Berikut ketentuan pemberian asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji:

Baca Juga: Melahirkan di Masjidil Haram, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air

1. Jemaah wafat diberikan sebesar minimal Bipih.
2. Jemaah wafat karena kecelakaan diberikan dua kali besaran Bipih
3. Jemaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap, diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi, antara 2,5% sampai 100% Bipih
4. Pengurusan asuransi dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Asuransi akan membayar klaim melalui transfer ke rekening jemaah
5. Asuransi mengcover sejak jemaah masuk asrama embarkasi haji sampai jemaah pulang kembali ke debarkasi haji

Disisi lain, Saiful menerangkan bahwa total jemaah haji Indonesia tahun ini kembali normal, sebanyak 221.000 orang, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan 8.000 kuota dari Arab Saudi.

"Operasional ibadah haji telah berjalan sejak 23 Mei 2023. Jemaah haji secara bertahap masuk ke Asrama Haji. Sehari setelahnya, jemaah mulai diberangkatkan ke Arab Saudi," jelasnya.

Kata dia, pemberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang pertama menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah telah berakhir, kemarin, 8 Juni 2023,

Baca Juga: Insiden Kapal Tenggelam, Puluhan Jemaah Haji Bali Pilih Gunakan Jalur Udara

Gelombang terakhir itu ditutup dengan kedatangan jemaah kloter 38 Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKS 38). Total ada 263 kloter dengan 100.001 jemaah yang mendarat di Madinah dari 24 Mei–8 Juni 2022.

Lebih lanjut Saiful menambahkan, sejak 1 Juni 2023, jemaah yang tiba di Madinah secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah. Sampai hari ini pukul 01.00 WIB, tercatat ada 120 kloter dengan 46.341 jemaah yang sudah tiba di Makkah dari Madinah.

“Sejak 8 Juni 2023, dimulai fase kedatangan jemaah haji gelombang pertama di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Artinya, Mekah mulai menerima kedatangan jemaah dari Madinah dan Jeddah,” pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.