Harga Tiket Pesawat Melejit, Biaya Umrah Jemaah di Jatim Bakal Naik hingga Rp5 Juta
- Penulis : Dony Maulana
- | Senin, 18 Mei 2026 21:39 WIB
selalu.id - Menyoal biaya keberangkatan ibadah ke tanah suci dipastikan bakal melonjak signifikan pada musim umrah mendatang. Pemicunya adalah kenaikan tarif tiket pesawat yang diberlakukan sepihak oleh sejumlah maskapai penerbangan, khususnya yang ada di Jawa Timur.
Humas DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, Didik Merdianto, mengungkapkan bahwa kenaikan tarif dari maskapai penerbangan tersebut berkisar diangka Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta.
Baca Juga: Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas
Menurutnya, untuk maskapai yang melayani penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, kenaikan tarifnya cukup fantastis.
Maskapai Lion Air mencatat kenaikan tertinggi hingga Rp 5,5 juta. Sementara untuk maskapai Garuda Indonesia, kenaikan resminya mencapai Rp 3,5 juta.
Meski ada 'selentingan' tarif avtur-nya bisa membuat angka tersebut membengkak hingga Rp 7 juta.
"Kenaikan ini tentu berimbas pada harga paket umrah jemaah. Rata-rata biaya paket umrah dari Jawa Timur yang semula berada di kisaran Rp 32 juta hingga Rp 33 juta, kini diprediksi bisa melonjak menjadi Rp 37 juta sampai Rp 38 juta per jemaah," ungkap Didik, Senin (18/5/2026).
Situasi ini, menjadi keluhan utama para agen travel yang tergabung dalam Amphuri. Lonjakan harga yang mendadak ini dikhawatirkan akan menjadi momok dan beban berat bagi jemaah, sehingga berpotensi membuat mereka mengurungkan niat atau menunda keberangkatan.
Dampaknya, pihak travel juga akan kesulitan menjaring jemaah baru.
Terkait jemaah yang sudah telanjur mendaftar, Didik menyebut kondisinya dinamis. Ada jemaah yang memilih membatalkan keberangkatan dan menarik kembali uangnya, namun ada pula yang tetap memilih lanjut dengan konsekuensi menambah biaya sesuai kebijakan maskapai.
Baca Juga: Update Jemaah Haji Jatim Meninggal Dunia, Berikut Data Lengkapnya
"Kami di pihak travel tentu tidak bisa menentukan sepihak atau serta-merta mengambil untung. Kami berikan pengertian kepada jemaah bahwa ini murni kebijakan maskapai yang berlaku nasional. Sebagian travel bahkan terpaksa mencari alternatif jalur penerbangan lain via Jakarta atau transit negara tetangga demi menekan biaya," jelas Didik.
Karena itu, untuk travel miliknya sendiri, Didik mengaku sudah mengantisipasi dengan klausul perjanjian di awal yang menyatakan harga sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti kebijakan maskapai atau hotel.
Ia juga tidak menerapkan sistem pelunasan kaku di awal demi kenyamanan bersama.
Untuk menyiasati beban jemaah, ia bahkan tengah menjajaki terobosan berupa program pinjaman syariah tanpa bunga.
Baca Juga: 20.849 Jemaah Haji Jatim Tiba di Surabaya
Menyikapi kondisi ini, DPD Amphuri Jatim mendesak pemerintah melalui kementerian terkait untuk segera turun tangan memediasi dan menjembatani persoalan tarif ini dengan pihak maskapai.
"Harapan kami kepada pemerintah, mohon ini bisa dijembatani. Tolong diingat bahwa umrah ini adalah ibadah murni jemaah, bukan perjalanan piknik atau pelesir untuk bersenang-senang. Jangan sampai ada pihak yang mencari keuntungan sepihak di atas beban jemaah," tegasnya.
Sekadar informasi, otoritas Arab Saudi sendiri dijadwalkan kembali membuka masuknya jemaah umrah pasca-musim haji pada pertengahan Juni mendatang.
Meski begitu, Jatim sendiri merupakan salah satu lumbung jemaah umrah terbesar di Indonesia, di mana dalam kondisi normal, pergerakan jemaah dari wilayah ini bisa mencapai angka kisaran ratusan ribu hingga jutaan dalam setahun.
Editor : Zein Muhammad