Kamis, 04 Jun 2026 08:23 WIB

Gandeng Komunitas Begandring, Forum Hotel dan Media Bersama Pelindo III Gelar Bagi Takjil Sambil Wisata Sejarah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Apr 2023 22:32 WIB
Kegiatan bagi takjil dan walking tour sejarah
Kegiatan bagi takjil dan walking tour sejarah

selalu.id - Forum Hotel dan Media (ForHome) berkaloborasi dengan komunitas Begandring Soreabaia serta PT Pelindo Regional 3 menggelar kegiatan berbagi takjil sambil walking tour sejarah di Peneleh, Surabaya, Minggu (9/4/2023). Kegiatan tersebut dalam rangka program Corporat Social Responsibility (CSR). Kali ini kegiatan itu bertajuk 'HistoReligi' di kawasan Peneleh.

Selain berbagi takjil dan napak tilas sejarah kampung Peneleh, kegiatan ini menyediakan cek kesehatan gratis dan bekerjasam dengan SMK kesehatan Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ketua Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan, tujuan acara ini untuk mengenalkan sejarah bangsa dari Kampung Peneleh Surabaya.

"Di kampung ini banyak menyimpan semua catatan dan bukti bangunan-bangunan bersejarah tokoh-tokoh pendiri bangsa. Acara ini merupakan konsep baru yakni walking tour. Kita bisa belajar sejarah hanya dengan jalan kaki," kata Kuncar, kepada selalu.id.

Di sela-sela walking tour, Ketua Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan, tujuan acara ini untuk mengenalkan sejarah bangsa dari Kampung Peneleh Surabaya.

"Di kampung ini banyak menyimpan semua catatan dan bukti bangunan-bangunan bersejarah tokoh-tokoh pendiri bangsa. Acara ini merupakan konsep baru yakni walking tour. Kita bisa belajar sejarah hanya dengan jalan kaki," tutur Kuncar.

Humas Pelindo Regional 3 Mahesa Nugraha, usai kegiatan, menambahkan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendorong peningkatan wisata yang ada di surabaya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Khususnya di kawasan heritage Surabaya ini cukup menarik, karena kita ketahui dari kami Pelindo rutin setiap bulannya, selalu ada kapal pesiar yang membawa turis-turis ke Surabaya," ujarnya.

Mahesa berharap, dengan ada pengenalan tempat bersejarah heritage yang ada di Surabaya, dapat meningkatkan minat wisatwan yang ada di mancangera begitu juga warga lokal.

"Hal ini dapat memenuhi teman-teman wisata dari Surabaya khsuusnya di tempat heritage ini. Jadi ada feedbacknya kepada kami dari sisi pelabuhan," katanya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Salah satu peserta Walking Tour Samantha Dewi mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, dirinya bisa mengenal sejarah Indonesia khususnya di Kota Surabaya.

"kita mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan yang positif tentunya sangat menyenangkan karena mengenal sejarah,"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.