Selasa, 20 Okt 2026 10:02 WIB

Teladani Bung Karno, BMI Surabaya Tolak Keras Timnas Israel di Piala Dunia U20

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Mar 2023 17:01 WIB
Ketua BMI Surabaya, Fuad Benardi
Ketua BMI Surabaya, Fuad Benardi

selalu.id - Senada dengan PDIP Surabaya, Banteng Muda Indonesia (BMI) Surabaya yang merupakan organisasi sayap (underbow) juga menolak kehadiran Timnas Israel dalam Piala Dunia U20 yang akan diselenggarakan mulai 20 mei-11 juni 2023.

Ketua DPC BMI Surabaya, Fuad Benardi mengatakan, selama Israel melakukan praktik kolonialisme dan imperialisme terhadap Palestina, maka BMI Surabaya menolak kehadiran mereka di Indonesia,khususnya Surabaya.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan dimana menjunjung tinggi keadilan dan saling menghargai antar manusia yang bertolak belakang dengan perlakuan Israel terhadap Palestina.

"Ajang Piala Dunia yang dipakai sebagai ajang untuk mempersatukan antar umat manusia dari seluruh dunia tidak boleh dicampuri oleh praktek penjajahan dan merampas hak orang lain," ujar Fuad.

"Penolakan terhadap Israel juga menjadi dukungan dan support moral kepada Palestina yang terus dijajah dan masyarakatnya tidak bisa hidup tenang," tegas Fuad.

Penolakan ini sesuai dengan konstitusi UUD 1945,dalam pembukaan menyatakan secara tegas bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan prikeadilan.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Penolakan ini, lanjut Fuad, senada dengan tindakan Bung Karno saat Timnas Indonesia menolak bermain melawan Timnas Israel dalam kualifikasi Piala Dunia 1958. Padahal, ketika itu Indonesia mempunyai peluang lolos ke Piala Dunia.

Dalam hal ini, BMI Surabaya juga mendorong Pemerintah Kota Surabaya (khususnya Walikota Eri Cahyadi) untuk ikut menolak Timnas Israel.

"Jangan sampai tanah Kota Pahlawan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita mati-matian diinjak oleh negara yang melakukan tindakan kolonialisme dan imperialisme!," tegas Fuad.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Apalagi Walikota (Eri Cahyadi) merupakan kader PDIP yang seharusnya selaras dan senada dengan ajaran dan paham Bung Karno," ujar Fuad.

Beberapa kepala daerah dari PDIP juga mengeluarkan statemen penolakan,mulai dari Gubernur Bali (I Wayan Koster) dan Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo).
Surabaya menjadi salah satu nominasi tuan rumah Piala Dunia U-20 selain Bali, Jakarta, Bandung, Solo dan Palembang yang nantinya oleh FIFA akan dipilih 4 kota tuan rumah Piala Dunia U-20. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.