Minggu, 20 Sep 2026 13:31 WIB

Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok Mulai Naik di Surabaya, Cabai Tembus Rp90.000

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 14:45 WIB
Pasar tradisional
Pasar tradisional

Selalu.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan jumlah permintaan meningkat maka sesuai dengan hukum permintaan harga juga ikut meningkat.

Kenaikan harga Bapok ini pun sudah mulai dirasakan bulan puasa masih beberapa hari lagi. Pantauan selalu.id, di pasar Pucang Anom Surabaya harga bahan pokok yang mulai terhitungu naik adalah cabai rawit yakni harga saat ini bisa sampai Rp90.000 per kilo, telur Rp32.000 per kilo, ayam Rp35.000 per kilo dan lain-lain.

Baca Juga: Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Salah satu pedagang Kholifah mengaku bahwa harga cabai untuk hari ini, Senin, 20 Maret 2023, sekisar Rp75.000. Harga cabe tersebut juga mengalami naik turun, yang tertinggi mencapai bisa mencapai Rp90.000.

"Cabai naik hari ini Rp75.000 yang bagus, naik turun (harga, red), kadang Rp70.000, Rp75.000, Rp80.000 sampai Rp90.000. Cabai besar Rp40.000 sebelumnya cuma Rp25.000," kata Fatimah kepada selalu.id saat ditemui, Senin (20/3/2023).

Sedangkan, untuk bawang merah biasa dipatok seharga sekitar Rp32.000 dan bawang merah besar Rp36.000 hingga sayur sawi putih naik Rp2.000.

"Sawi putih naik, biasanya Rp10.000 sekarang Rp14.000 sejak 2 hari yang lalu," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang lainnya, Fatimah mengaku harga beras ikut naik hingga Rp3.000. Bahkan masyarakat lebih mencari beras Bulog karena murah.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Surabaya Tembus Rp 70 Ribu Per Kg, Begini Langkah Pemkot

"Bulog lama gak dikirim sudah sebulan lebih. Per kilo naik ada yang Rp1.000-1.800 ribu. Banyak yang cari Bulog soalnya murah meriah Rp63-69.000," jelasnya.

Di tempat yang terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi terkait bahan pokok terutama cabai dan beras.

"Kalau terhadap bahan pokok maka kami selalu koordinasi dnegan Provinsi (Jatim) karena provinsi adalah yang mengambil kebijakan, Ini masih bergerak terkait dengan cabai terus beras," kata Eri Cahyadi.

Baca Juga: Buntut Tingginya Harga Bawang Putih, Gempari Bakal Geruduk Istana Negara dan KPK 

Terkait kelangkaan beras Bulog, pihaknya masih menunggu Pemerintah Pusat untuk mengeluarkan beras yang lokal. Ia menyebut, bulan saat ini sudah waktunya panen.

"Karena beras ini bu Gubernur (Khofifah) juga menunggu akan mengeluarkan beras yang lokal. Karena ini waktunya panen. Sehingga kita akan melakukan hal yang sama," tuturnya.

"Seperti kemarin beras medium, maka kami bisa membuka di Bulog. Termasuk minya kita, Kita akan selalu koordinasi provinsi bagaiman pemenuhan bahan pokok,"pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Ia adalah jeritan awal dari sebuah krisis eksistensial: hukum hak cipta kita gagap dan tersengal-sengal mengejar lompatan zaman.

Jejak Gelap Perempuan asal Jombang dalam Pusaran Bisnis Narkoba di Surabaya

Dari tangan RA polisi menyita 13 kantong plastik isi sabu dengan berat 9,64 gram, 30 butir tablet ekstasi 12,38 gram, hingga uang tunai Rp5,8 juta.

Tega, Ibu Ajak Anak Kandung Threesome Sama Kekasihnya di Sidoarjo

Tak hanya Mawar yang menjadi korban threesome, keponakan dari MT juga dijadikan pelampiasan seksual tak biasa ini.

Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

Petugas melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk melacak pelaku serta keberadaan motor korban.

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

Peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyebut usia daerah yang sudah melewati satu milenium adalah tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilanjutkan.