Rabu, 04 Nov 2026 04:02 WIB

HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 19 Sep 2026 16:10 WIB
Pemkab Sidoarjo menyerahkan penghargaan dan cendera mata kepada para pendonor darah. (Ariyanto/selalu.id)
Pemkab Sidoarjo menyerahkan penghargaan dan cendera mata kepada para pendonor darah. (Ariyanto/selalu.id)

selalu.id - Ratusan pendonor darah di Sidoarjo mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan itu diberikan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Palang Merah Indonesia yang digelar di Pendopo Delta Wibawa.

Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kategori, mulai pendonor 50 kali, 75 kali, 100 kali, hingga 125 kali. Selain menerima piagam dan cinderamata, pendonor yang sudah 125 kali menyumbangkan darah juga mendapat hadiah sepeda gunung dari Pemkab Sidoarjo.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Bupati Sidoarjo Subandi, mengatakan peran pendonor sangat vital dalam menjamin ketersediaan darah untuk layanan kesehatan warga.

"Atas nama Pemerintah Daerah kami sampaikan terima kasih. Panjenengan semua adalah pahlawan sosial yang ikut menjaga keselamatan masyarakat Sidoarjo," ujar Subandi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Subandi, bentuk apresiasi ini bukan hanya soal hadiah. Lebih penting, ini adalah bentuk penghormatan kepada warga yang dengan sukarela menjaga pasokan darah tetap tersedia.

"Selain piagam dan cinderamata, untuk pendonor 125 kali kami berikan sepeda gunung. Semoga bisa dipakai untuk olahraga agar tubuh pendonor semakin sehat," jelasnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda dan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih. Penyematan penghargaan kepada pendonor menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT ke-81 PMI di Sidoarjo.

Kebutuhan darah di daerah ini memang cukup tinggi. Data dari UTD PMI Sidoarjo mencatat, hingga September 2026 kebutuhan darah mencapai 34.074 kantong.

Pada semester I 2026, jumlah pendonor tercatat 29.088 orang dengan total produksi darah 51.744 kantong. Sementara sepanjang 2025, pendonor mencapai 47.113 orang. Produksi darahnya 112.391 kantong dengan kebutuhan sebanyak 65.148 kantong.

Salah satu pendonor yang diapresiasi adalah Slamet Kamaluddin (69) warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran. Ia sudah mendonorkan darah sebanyak 130 kali sejak pertama kali donor di usia 27 tahun.

Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

"Kalau ada jadwal donor rutin saya selalu ikut. Tujuannya biar badan tetap sehat. Sejak rutin donor saya alhamdulillah belum pernah kena penyakit dalam seperti diabetes," kata Slamet.

Konsistensinya sempat terhenti karena kondisi fisik. Ia pernah ditolak petugas karena kelelahan dan tensi mencapai 160.

"Waktu itu donor pagi ditolak karena tensi tinggi. Setelah istirahat, malamnya saya donor lagi di bus PMI depan GOR Sidoarjo," ceritanya.

Sementara, Ketua Bidang UTD PMI Sidoarjo, M Asik Yusa, menyebut stok darah di Sidoarjo sejauh ini masih aman. Pelayanan ditopang kerja sama dengan 49 rumah sakit, terdiri dari 30 RS di Sidoarjo dan 19 RS di luar daerah.

"Hingga Oktober 2026 akumulasi pendonor mencapai 28.000 kantong. Pemanfaatan untuk kebutuhan medis sampai semester pertama sekitar 24.000 kantong," jelasnya.

Baca Juga: Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Asik menambahkan, kebutuhan darah juga dipengaruhi jenis golongan. Golongan O paling banyak dibutuhkan, dengan porsi 51 persen dari total permintaan.

"Kebutuhan golongan O paling tinggi. Alhamdulillah kebutuhan medis daerah bisa terpenuhi lewat jaringan kerja sama dengan 49 rumah sakit," ujarnya.

Setiap kantong darah juga melalui uji saring IMLTD untuk memastikan aman sebelum dipakai pasien. Pemeriksaan meliputi Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan sifilis.

Selain darah, UTD PMI Sidoarjo juga mengelola plasma untuk fraksionasi. Tahun 2025 plasma yang dikirim mencapai 7.272 kantong. Semester I 2026 tercatat 7.136 kantong.

"Kami sudah mengirim 19.000 kantong plasma ke industri. Ini bagian dari upaya mendukung kemandirian obat nasional di 2027," pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.