Sabtu, 05 Sep 2026 14:51 WIB

Usai Didemo Mahasiswa, Stikosa-AWS Akui Penurunan Nilai Hanya Peringatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Feb 2023 18:57 WIB
Methiana Indrasari (dua dari kiri) bersama jajaran akademik saat gelar konfrensi pers
Methiana Indrasari (dua dari kiri) bersama jajaran akademik saat gelar konfrensi pers

selalu.id - Merespon aksi protes penurunan nilai mahasiswa dan pembekuan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan (Stikosa-AWS), menggelar konfrensi pers Senin (27/2/2023).

Dalam konfrensi yang digelar di kampus yang beralamat di jalan Nginden Intan Timur Surabaya itu, Ketua Stikosa-AWS menjelaskan sikapnya terkait penurunan nilai dua mahasiswa dari A ke E, untuk sejumlah mata kuliah.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Meithiana Indrasari sebagai Ketua Stikosa-AWS menyebut bahwa penurunan nilai hanya merupakan teguran yang tidak akan diberlakukan. Downgrade nilai dua mahasiswa yang juga reporter Acta Surya itu juga merupakan pendidikan moral. Pihak kampus akan memberi sanksi pembinaan untuk mereka.

Meithiana meminta kedua mahasiswa yakni Kiki dan Feby untuk dibina oleh penanggung jawab program studi sekaligus sekjen PWI Jatim, Eko Pamudji.

Keduanya diharapkan tidak lagi melakukan perekaman suara secara sembunyi, seperti yang dilakukan Feby dan Kiki kepadanya. Karena hal itu berpotensi melanggar UU ITE.

"Saya ini ibu, tidak mungkin saya membunuh atau membinasakan anak-anak. Jadi ya itu apa adanya, kita akan lakukan pembinaan dan edukasi moral terkait dengan hal yang dilakukan dua mahasiswi ini yang berpotensi melanggar hukum," terangnya.

Mei juga membantah melaporkan dua mahasiswa itu kepada Polda Jatim. "Itu 100 persen fitnah, tidak mungkin saya melaporkan anak anak saya (mahasiswa) itu jelas tidak mungkin," tegas Meithiana.

Baca Juga: Demonstrasi di Surabaya: Massa Bentangkan Spanduk Meme Prabowo

Terkait rencana laporan tersebut, justru dialamatkan kepada oknum diduga IKA Sitkosa-AWS yang bermasalah dengan Meithiana mengenai pembredelan pers kampus Acta Surya. Sehingga, ia mempertimbangkan untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

"Kalau ada alumni di medsos, saya tidak kenal, itu lumayan agak keras. Nah itu sedang saya pertimbangkan, (melaporkan ke polisi). Namanya jejak digital itu sampai liang kubur tak akan hilang. Apalagi saya capture satu-satu. Sehingga, ketika satu dua tahun lagi saya mau proses (lapor) itu hak saya," pungkas Meithiana.

Sementara itu, Kiki selaku Koordinator Aksi Mahasiswa Stikosa-AWS sekaligus korban penurunan nilai, bercerita sebaliknya. Ia mengaku telah diancam akan dilaporkan ke Polisi, terkait potensi pelanggaran UU ITE.

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

"Pada saat kejadian itu kami (Kiki dan Feby) juga mendapat ancaman akan dilaporkan ke kepolisian terkait UU ITE," ungkap Kiki kepada awak media usai melakukan aksi Demo.

Kiki menjelaskan, ancaman pelaporan UU ITE itu ia dapat setelah ia dan Feby sebagai reporter Acta Surya, mewawancarai Methiana. Keduanya ketahuan merekam diam-diam statement Meithiana. Setelah ketahuan, keduanyapun diminta menghapus rekaman.

"Kami melakukan perekaman secara diam-diam itu untuk mengantisipasi. Ketika suatu waktu berita kami Sudah terbit. Namun narasumber mengelak atau mengatakan bahwa dia tidak memberikan pernyataan statement itu. Maka tindakan pencegahan dari kami adalah merekam ketika melakukan wawancara. Kami punya bukti ketika sewaktu-waktu mungkin gugat," tutup Kiki. (Ade)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.