Senin, 02 Nov 2026 15:54 WIB

Anggota DPRD Surabaya Gunakan Rumah Pribadinya untuk Penanganan Kasus Stunting

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Des 2022 21:40 WIB
Penanganan bayi stunting di rumah anggota DPRD Surabaya, Riswanto
Penanganan bayi stunting di rumah anggota DPRD Surabaya, Riswanto

selalu.id - Anggota DPRD Surabaya, Riswanto menggunakan rumah pribadinya untuk penanganan kasus bayi stunting di Perumahan Pantai Mentari Blok B No 17 Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak.

"Kami mendukung upaya pemerintah kota dalam pencegahan dan penanganan stunting. Kebetulan ada program Arisan Kelompok Peduli Stunting, ya, kami persilakan rumah beserta fasilitas rumah dan kolam renang yang ada digunakan untuk pelaksanaan program itu," kata anggota Komisi B DPRD Surabaya tersebut.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Diketahui Kecamatan Bulak Surabaya memunculkan program baru untuk pencegahan dan penanganan stunting. Program tersebut bernama ISOK PAS (Arisan Kelompok Peduli Anak Stunting) yang berlaku untuk empat kelurahan di kecamatan itu. Ada 24 balita stunting di kawasan itu yang masuk daftar intervensi.

Kegiatan yang diikuti puluhan anak dan ibunya tersebut, lanjut Riswanto, cukup bagus guna pencegahan dan penanganan stunting. Selain di acara tersebut ibu-ibu diberi pengetahuan atau edukasi seputar stunting juga diberi makanan bergizi buat anak-anaknya.

"Anak-anak juga bisa renang sepuasnya. Dengan demikian ada kebahagiaan bagi anak-anak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Ini bagian dari upaya kami mengatasi stunting," kata Riswanto

Ia berharap upaya yang dilakukan bersama tokoh dan pemerintah kota setempat bisa mengatasi stunting.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

"Kami terus berupaya untuk itu," kata legislator asal PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Camat Bulak, Bambang Udi Ukoro mengatakan program tersebut digagas sebagai intervensi pencegahan dan penanganan balita stunting.

"Seperti arisan pada umumnya. Tokoh-tokoh dikumpulkan, lalu diadakan pengundian. Tokoh masyarakat dan agama yang mendapat undian diminta menyiapkan perbekalan untuk pemenuhan gizi anak-anak itu," kata dia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Dengan skema arisan tersebut, para tokoh yang mendapat undian menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi selama 20 hari kerja selama tiga bulan kepada 24 balita yang masuk kategori stunting. ’

"Asasnya gotong royong. Stunting itu bukan hanya tugas instansi ini atau itu. Semuanya bahu-membahu," ujar Bambang. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Empat OPD tersebut memiliki mobilitas tinggi karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.