Kamis, 04 Jun 2026 12:23 WIB

Polrestabes Surabaya Perketat Penjagaan Pascaperistiwa Bom di Astana Anyar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Des 2022 15:20 WIB
Penjagaan pintuasuk di Polrestabes Surabaya
Penjagaan pintuasuk di Polrestabes Surabaya

selalu.id - Pascaperistiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat oleh seorang pria yang tak dikenal hingga menyebabkan anggota Polisi meninggal pada Rabu (7/12/2022) pagi, Polisi di Surabaya memperketat penjagaan.

Mencegah peristiwa tersebut terjadi lagi, semua markas polisi di Surabaya sigap memperketat keamanan, salah satunya Polrestabes Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchammad Fakih mengatakan, pihaknya langsung memperketat SOP keluar masuk masyarakat ke dalam Mapolres.

"Kami dari polrestabes pamako setiap kali ada masyarakat yang masuk kita lakukan SOP pemeriksaan yang ada. Kita siapkan anjing pelacak, barang bawaan kita periksa satu-satu,"kata Kompol Fakih, kepada wartawan.

Kompol Fakih menerangkan, pascaperistiwa bom bunuh diri di Bandung, Mapolres Surabaya langsung melakukan pengetatan dan pengecekan di setiap pintu masuk.

"Pada dasarnya setelah ada kejadian di Jabar, memperkuat untuk penjagaan kita agar tetap waspada,"ujarnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pantauan selalu.id, tampak satu persatu pengunjung yang masuk ke Mapolrestabes Surabaya dilakukan pengecekan secara mendetail oleh aparat keamanan.

Pengunjung diminta untuk melepaskan jaket serta harus melewati body scanner. Bahkan, setiap kendaraan roda empat masuk juga diperketat pemeriksaan. Disiapkan juga anjing pelacak yang dilatih untuk mendeteksi benda-benda mencurigakan.

Lebih lanjut Fakih menyampaikan, pihaknya juga telah mengintruksikan semua polsek jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Perintah dari pimpinan kita sudah koordinasi dengan polsek jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan adanya bom di bandung,"jelasnya.

Ia menambahkan, Polretabes Surabaya tidak ada penambahan personil penjagaan, hanya meningkatkan kewaspadaan dengan personil yang ada. 

"Siagakan (personil) yang ada untuk meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.