Sabtu, 05 Sep 2026 15:50 WIB

Langkah Kemensos Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 12 Nov 2022 10:39 WIB
Apel penyiapan kesiapsiagaan bencana
Apel penyiapan kesiapsiagaan bencana

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan penanganan bencana menjadi agenda strategis pemerintah. Salah satu alasannya, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, baik bencana tektonik, vulkanik, maupun hidrometeorologi.

Dalam berbagai kesempatan, Mensos Risma menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman bencana. Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tahun 2022 mengalami peningkatan 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Masyarakat terdampak dan pengungsi ikut pula mengalami kenaikan 12%.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Untuk mengurangi resiko bencana, Mensos menginstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, merubah pola pikir dan perilaku dalam penanggulangan bencana, melalui Kampung Siaga Bencana (KSB). Mensos juga terus mendorong pendirian lumbung sosial, untuk memastikan masyarakat di kawasan terisolir tetap terakses bantuan.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Iyan Kusmadiana memastikan akan terus memperkuat arahan Mensos. Direktorat PSKBA dan Tagana akan terus meningkatkan penyiapan logistik di tingkat nasional berupa permakanan, sandang, dan lainnya sebagai upaya persiapan menghadapi berbagai bencana, termasuk bencana hidrometeorologi.

"Kami menyiapkan dukungan logistik ke sentra-sentra Kemensos dan juga lumbung sosial di seluruh tanah air," kata Iyan saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Nasional untuk menghadapi bencana hidrometeorologi, di Jakarta.

Baca Juga: Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan hingga Tim Psikologis ke Lokasi Bencana Gempa NTT

Iyan juga memastikan, akan terus meningkatkan kapasitas SDM Tagana untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam penyiapan shelter, logistik Layanan Dukungan Psikososial (LDP) memalui Pelatihan TAGANA di TAGANA Center. Kesiapan juga dilakukan dalam hal dukungan logistik seperti makanan siap saji atau yang dihidangkan dari Dapur Umum Lapangan Kemensos, dan juga peralatan penanggulangan bencana di daerah untuk selalu siaga.

Lebih jauh, Kementerian Sosial sudah melakukan peningkatan kesiapsiagaan di daerah (rawan bencana) sejak tahun 2009 yang biasa disebut dengan Kampung Siaga Bencana yang berada di desa atau kelurahan setempat. Dengan sistem yang sudah dibuat oleh Kemensos tersebut diharapkan jika ada bencana bisa langsung bekerja.

"Tidak hanya melalui TAGANA, tetapi penguatan masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana terus ditingkatkan, mudah mudahan dengan segala upaya yang telah dilakukan kita dapat siap meghadapi situasi bencana," kata Iyan.

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan, menjadi latar belakang dilaksanakannya Apel Kesiapsiagaan Nasional untuk menghadapi bencana hidrometeorologi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Melibatkan 2.500 peserta apel, 200 peserta diantaranya adalah perwakilan dari Taruna Siaga Bencana DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor, TAGANA Center dan unsur kepala daerah dari 10 Provinsi, 34 Kabupaten/Kota yang berpotensi sangat kuat mengalami banjir dan tanah longsor. Tidak hanya itu, kegiatan selama 2 hari tersebut juga turut serta melibatkan Pelopor Perdamaian (Pordam). Kegiatan yang berlangsung dalam dua hati, dimulai dari tanggal 8 sampai 9 Oktober 2022. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.