Rabu, 21 Okt 2026 21:00 WIB

Langkah Kemensos Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 12 Nov 2022 10:39 WIB
Apel penyiapan kesiapsiagaan bencana
Apel penyiapan kesiapsiagaan bencana

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan penanganan bencana menjadi agenda strategis pemerintah. Salah satu alasannya, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, baik bencana tektonik, vulkanik, maupun hidrometeorologi.

Dalam berbagai kesempatan, Mensos Risma menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman bencana. Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tahun 2022 mengalami peningkatan 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Masyarakat terdampak dan pengungsi ikut pula mengalami kenaikan 12%.

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Untuk mengurangi resiko bencana, Mensos menginstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, merubah pola pikir dan perilaku dalam penanggulangan bencana, melalui Kampung Siaga Bencana (KSB). Mensos juga terus mendorong pendirian lumbung sosial, untuk memastikan masyarakat di kawasan terisolir tetap terakses bantuan.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Iyan Kusmadiana memastikan akan terus memperkuat arahan Mensos. Direktorat PSKBA dan Tagana akan terus meningkatkan penyiapan logistik di tingkat nasional berupa permakanan, sandang, dan lainnya sebagai upaya persiapan menghadapi berbagai bencana, termasuk bencana hidrometeorologi.

"Kami menyiapkan dukungan logistik ke sentra-sentra Kemensos dan juga lumbung sosial di seluruh tanah air," kata Iyan saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Nasional untuk menghadapi bencana hidrometeorologi, di Jakarta.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Iyan juga memastikan, akan terus meningkatkan kapasitas SDM Tagana untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam penyiapan shelter, logistik Layanan Dukungan Psikososial (LDP) memalui Pelatihan TAGANA di TAGANA Center. Kesiapan juga dilakukan dalam hal dukungan logistik seperti makanan siap saji atau yang dihidangkan dari Dapur Umum Lapangan Kemensos, dan juga peralatan penanggulangan bencana di daerah untuk selalu siaga.

Lebih jauh, Kementerian Sosial sudah melakukan peningkatan kesiapsiagaan di daerah (rawan bencana) sejak tahun 2009 yang biasa disebut dengan Kampung Siaga Bencana yang berada di desa atau kelurahan setempat. Dengan sistem yang sudah dibuat oleh Kemensos tersebut diharapkan jika ada bencana bisa langsung bekerja.

"Tidak hanya melalui TAGANA, tetapi penguatan masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana terus ditingkatkan, mudah mudahan dengan segala upaya yang telah dilakukan kita dapat siap meghadapi situasi bencana," kata Iyan.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan, menjadi latar belakang dilaksanakannya Apel Kesiapsiagaan Nasional untuk menghadapi bencana hidrometeorologi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Melibatkan 2.500 peserta apel, 200 peserta diantaranya adalah perwakilan dari Taruna Siaga Bencana DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor, TAGANA Center dan unsur kepala daerah dari 10 Provinsi, 34 Kabupaten/Kota yang berpotensi sangat kuat mengalami banjir dan tanah longsor. Tidak hanya itu, kegiatan selama 2 hari tersebut juga turut serta melibatkan Pelopor Perdamaian (Pordam). Kegiatan yang berlangsung dalam dua hati, dimulai dari tanggal 8 sampai 9 Oktober 2022. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.