Sabtu, 13 Jun 2026 00:25 WIB

Apel HKB 2026 di Silo Jember, Tumbuhkan Komitmen Sadar Bencana

Kepala BPBD kabupaten jember Edi Budi Susilo saat memberikan bantuan kepada warga setempat. ( minggu,26/4/2026) (foto: Nurul/ selalu id)
Kepala BPBD kabupaten jember Edi Budi Susilo saat memberikan bantuan kepada warga setempat. ( minggu,26/4/2026) (foto: Nurul/ selalu id)

selalu.id - Upaya memperkuat budaya sadar bencana kembali digaungkan di Kabupaten Jember melalui pelaksanaan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di kawasan PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, dan diikuti oleh unsur BPBD Jember, relawan kebencanaan, serta para pelajar, minggu (26/4/2026)

Para peserta apel mengikuti setiap rangkaian kegiatan demi membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah selatan Jember yang memiliki kerentanan tertentu.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, dalam kesempatan tersebut membacakan amanat Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa peringatan HKB harus dimaknai sebagai gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Hari Kesiapsiagaan Bencana disebut sebagai wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, yang menekankan perubahan pendekatan dari penanganan darurat menuju pengurangan risiko bencana secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Lebih jauh ia menyampaikan bahwa, kesiapsiagaan berbasis risiko menjadi kunci utama dalam pembangunan daerah. Setiap wilayah diharapkan mampu mengenali ancaman yang ada melalui peta risiko, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Kesiapsiagaan juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. "Kolaborasi lintas sektor atau pentaheliks dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketangguhan bersama," terangnya.

Dalam amanat tersebut, terdapat sejumlah poin strategis yang menjadi perhatian, antara lain penguatan langkah preventif, optimalisasi sistem peringatan dini, pelaksanaan simulasi secara berkala, peningkatan koordinasi lintas sektor, pelibatan kelompok rentan, serta penguatan kapasitas di berbagai fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, pasar, dan layanan kesehatan.

Menariknya, hasil survei HKB 2026 menunjukkan bahwa program kesiapsiagaan mendapat respons sangat positif dari masyarakat. Hampir seluruh responden menilai kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapan menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Apel ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang ditutup dengan simulasi evakuasi mandiri secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. "Memanfaatkan sistem peringatan dini seperti sirene dan kentongan sebagai tanda dimulainya evakuasi," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Jember terhadap risiko bencana semakin meningkat. Semangat “Siap untuk Selamat” pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari budaya keselamatan bersama.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.

Lewat FDK, AKP Muliati Tekankan Peran Inovasi Jaga Ketahanan Pangan

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemimpin di tingkat daerah untuk mengintegrasikan aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat.