Selasa, 21 Jul 2026 18:34 WIB

Keren! UMKM di Surabaya ini Pekerjakan Penyandang Disabilitas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Nov 2022 17:45 WIB
Penandatanganan kontrak kerja
Penandatanganan kontrak kerja

selalu.id - Sebanyak 13 penyandang disabilitas menandatangi kontrak kerja di Arsyadina, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang konveksi. Penandatanganan tersebut dilakukan di workshop Arsyadina di Jalan Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya, Selasa (1/11/2022).

Ke-13 penyandang disabilitas sebelumnya menjalani masa training atau magang selama hampir dua bulan. Dalam proses itu, Arsyadina dibantu dua orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan mereka saat bekerja.

"Karena terbukti sudah bisa menjalankan pekerjaan yang instruksi, akhirnya kita kontrak mereka selama setahun," kata M. Arif Sayfuddin, owner Arsyadina.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Selain meneken surat kontrak kerja, para penyandang disabilitas juga menerima buku tabungan Bank BRI. Berikut seperangkat seragam kerja berupa kemeja dan kaus.

Arief lalu menceritakan, ke-13 penyandang disabilitas tersebut sebelumnya melamar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya. Oleh disnaker kemudian disalurkan ke beberapa perusahaan dan pelaku usaha yang membutuhkan, salah satunya Arsyadina.

Kata dia, ada 26 orang bekerja di Arsyadina 13 orang di anataranya penyandang disabilitas.

"Ada 8 orang lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Mulia Surabaya. Lima orang lainnya berasal dari SLB lain," urai pria kelahiran Surabaya, 25 Januari 1989 ini.

Para penyandang disabilitas itu, imbuh Arif, ditempatkan di divisi sesuai ketrampilan yang dimiliki. Ada yang ditempatkan bagian memotong, menjahit, dan cleaning service.

Arsyadina didirikan oleh pasangan suami istri M. Arif Sayfuddin dan Muta'alliqu Rusydina. Mereka mulai merintis usaha sejak tahun 2012.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Dulu, kami CMT atau orang biasa menyebut maklun. Hanya memotong bahan hingga siap dijahit. Termasuk pengukuran kain serta pemberian nomor," terang Arif.

Awal merintis bisnis konveksi, Arif bersama istrinya keliling menawarkan jasa ke teman-temannya. Juga beberapa orang yang dikenal. Dia sengaja gak memasang iklan karena biayanya mahal.

"Tahun 2013, kami mendapatkan order mengerjakan produk fashion beberapa brand-brand ternama," kata Muta'alliqu Rusydina.

Ketika pandemi covid-19, Arsyadina sempat mengerjakan hazmart dan masker pesanan Pemerintah Kota Surabaya dan beberapa perusahaan swasta di Surabaya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Jumlahnya cukup banyak. Ribuan per minggunya. Yang jadi tantangan harus deadline-nya mepet-mepet. Alhmadulillah, kami bisa memenuhi," tutur Mita, panggilan karib Muta'alliqu Rusydina.

Mita menambahkan, pihaknya tidak mengalami hambatan besar memekerjakan para penyandang disabilitas. Karena mereka punya semangat dan kemauan keras untuk bekerja. Apalagi kalau ada hal-hal baru yang sebelumnya belum mereka ketahui.

"Saya senang mereka kerasan, kami seperti keluarga baru," ungkap Mita.

Hingga kini, Arsyadina mengerjakan baju dan seragam dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota Surabaya, antara Dinas Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata, Dinas Kesehatan dan PDAM Surya Sembada. Juga ada beberapa order perusahaan swasta, salah satunya PT Telkom. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.