Kamis, 22 Okt 2026 22:32 WIB

Keren! UMKM di Surabaya ini Pekerjakan Penyandang Disabilitas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Nov 2022 17:45 WIB
Penandatanganan kontrak kerja
Penandatanganan kontrak kerja

selalu.id - Sebanyak 13 penyandang disabilitas menandatangi kontrak kerja di Arsyadina, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang konveksi. Penandatanganan tersebut dilakukan di workshop Arsyadina di Jalan Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya, Selasa (1/11/2022).

Ke-13 penyandang disabilitas sebelumnya menjalani masa training atau magang selama hampir dua bulan. Dalam proses itu, Arsyadina dibantu dua orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan mereka saat bekerja.

"Karena terbukti sudah bisa menjalankan pekerjaan yang instruksi, akhirnya kita kontrak mereka selama setahun," kata M. Arif Sayfuddin, owner Arsyadina.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Selain meneken surat kontrak kerja, para penyandang disabilitas juga menerima buku tabungan Bank BRI. Berikut seperangkat seragam kerja berupa kemeja dan kaus.

Arief lalu menceritakan, ke-13 penyandang disabilitas tersebut sebelumnya melamar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya. Oleh disnaker kemudian disalurkan ke beberapa perusahaan dan pelaku usaha yang membutuhkan, salah satunya Arsyadina.

Kata dia, ada 26 orang bekerja di Arsyadina 13 orang di anataranya penyandang disabilitas.

"Ada 8 orang lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Mulia Surabaya. Lima orang lainnya berasal dari SLB lain," urai pria kelahiran Surabaya, 25 Januari 1989 ini.

Para penyandang disabilitas itu, imbuh Arif, ditempatkan di divisi sesuai ketrampilan yang dimiliki. Ada yang ditempatkan bagian memotong, menjahit, dan cleaning service.

Arsyadina didirikan oleh pasangan suami istri M. Arif Sayfuddin dan Muta'alliqu Rusydina. Mereka mulai merintis usaha sejak tahun 2012.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Dulu, kami CMT atau orang biasa menyebut maklun. Hanya memotong bahan hingga siap dijahit. Termasuk pengukuran kain serta pemberian nomor," terang Arif.

Awal merintis bisnis konveksi, Arif bersama istrinya keliling menawarkan jasa ke teman-temannya. Juga beberapa orang yang dikenal. Dia sengaja gak memasang iklan karena biayanya mahal.

"Tahun 2013, kami mendapatkan order mengerjakan produk fashion beberapa brand-brand ternama," kata Muta'alliqu Rusydina.

Ketika pandemi covid-19, Arsyadina sempat mengerjakan hazmart dan masker pesanan Pemerintah Kota Surabaya dan beberapa perusahaan swasta di Surabaya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Jumlahnya cukup banyak. Ribuan per minggunya. Yang jadi tantangan harus deadline-nya mepet-mepet. Alhmadulillah, kami bisa memenuhi," tutur Mita, panggilan karib Muta'alliqu Rusydina.

Mita menambahkan, pihaknya tidak mengalami hambatan besar memekerjakan para penyandang disabilitas. Karena mereka punya semangat dan kemauan keras untuk bekerja. Apalagi kalau ada hal-hal baru yang sebelumnya belum mereka ketahui.

"Saya senang mereka kerasan, kami seperti keluarga baru," ungkap Mita.

Hingga kini, Arsyadina mengerjakan baju dan seragam dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota Surabaya, antara Dinas Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata, Dinas Kesehatan dan PDAM Surya Sembada. Juga ada beberapa order perusahaan swasta, salah satunya PT Telkom. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.