Kamis, 04 Jun 2026 08:45 WIB

Ralat: Penumpang Bus yang Terbakar di Tol Bukan Mahasiswa Unibraw Malang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Okt 2022 19:56 WIB
Petugas damkar berupaya memadamkan api bus yang terbakar
Petugas damkar berupaya memadamkan api bus yang terbakar

selalu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menyebut kebakaran bus yang terjadi di Tol Menanggal Surabaya, Jumat (28/10/2022). Bukanlah penumpang Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), melainkan rombongan dari luar pulau yang melakukan studi banding ke Universitas Brawijaya, Malang.

Sebelumnya, selalu.id memberitakan bus yang terbakar tersebut ditumpangi mahasiswa Universitas Brawijaya, data tersebut berasal dari keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat syah mengkonfirmasi kepada selalu.id bahwa penumpang yang berjumlah 22 orang tersebut diantaranya 20 orang itu adalah dari rombongan study banding ke Universitas Brawijaya (UB) Malang.

"Iya tadi petugas salah mendata informasi yang kami berikan, puluhan penumpang itu rombongan dari luar pulau yang studi banding ke UB,"kata Hidayat Syah, kepada selalu.id.

Hidayat mengatakan, kebakaran bus parawisata high class bernopol AE 7388 UB itu dalam laporan terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Beruntung seluruh penumpang dan awak bus selamat.

"Seluruh penumpang pakai baju batik, keseluruhan penumpang (selamat) dan (saat kejadian) berkumpul di PT CMS (samping dari lokasi kebakaran),"ujarnya.

Beruntung, seluruh penumpang bus tersebut tidak mengalami luka, kata Hidayat, mereka hanya mengalami shock karena peristiwa kebakaran itu.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Tidak ada luka, hanya saja mengalami shock," ujarnya.

Hidayat menjelaskan, sebelum terjadi peristiwa itu, Bus Pariwisata yang dikendarai oleh Ayis Subagio (31) warga Batu itu rencananya sedang melakukan perjalanan dari Malang menuju Bandara Juanda pukul 12.30. WIB

"Keterangan pengemudi, setelah melewati pintu masuk tol, Asap dan api tiba tiba keluar dari mesin bagian depan bus. Dengan cepat merembet kebagian atas bus, kemudian penumpang bergegas menyelamatkan diri keluar dari dalam bus,"jelasnya.

Saat mendengar laporan petugas Pemadam Kebakaran maupun BPBD langsung tiba di lokasi sekitar pukul 14.02 WIB.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Diduga, penyebab kebakaran bus tersebut akibat korsleting listrik. Sayangnya, lanjut Hidayat, saat kebakaran penumpang tak sempat menyelamatkan barangnya.

"Barang bawaan penumpang sebagian masih banyak yang tertinggal di dalam bus dan ikut terbakar,"jelasnya.

Untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Juanda, BPBD Surabaya menyiapkan satu unit truk penumpang untuk pengantaran ke tujuan.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.