Selasa, 21 Jul 2026 13:20 WIB

Ralat: Penumpang Bus yang Terbakar di Tol Bukan Mahasiswa Unibraw Malang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Okt 2022 19:56 WIB
Petugas damkar berupaya memadamkan api bus yang terbakar
Petugas damkar berupaya memadamkan api bus yang terbakar

selalu.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menyebut kebakaran bus yang terjadi di Tol Menanggal Surabaya, Jumat (28/10/2022). Bukanlah penumpang Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), melainkan rombongan dari luar pulau yang melakukan studi banding ke Universitas Brawijaya, Malang.

Sebelumnya, selalu.id memberitakan bus yang terbakar tersebut ditumpangi mahasiswa Universitas Brawijaya, data tersebut berasal dari keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat syah mengkonfirmasi kepada selalu.id bahwa penumpang yang berjumlah 22 orang tersebut diantaranya 20 orang itu adalah dari rombongan study banding ke Universitas Brawijaya (UB) Malang.

"Iya tadi petugas salah mendata informasi yang kami berikan, puluhan penumpang itu rombongan dari luar pulau yang studi banding ke UB,"kata Hidayat Syah, kepada selalu.id.

Hidayat mengatakan, kebakaran bus parawisata high class bernopol AE 7388 UB itu dalam laporan terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Beruntung seluruh penumpang dan awak bus selamat.

"Seluruh penumpang pakai baju batik, keseluruhan penumpang (selamat) dan (saat kejadian) berkumpul di PT CMS (samping dari lokasi kebakaran),"ujarnya.

Beruntung, seluruh penumpang bus tersebut tidak mengalami luka, kata Hidayat, mereka hanya mengalami shock karena peristiwa kebakaran itu.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Tidak ada luka, hanya saja mengalami shock," ujarnya.

Hidayat menjelaskan, sebelum terjadi peristiwa itu, Bus Pariwisata yang dikendarai oleh Ayis Subagio (31) warga Batu itu rencananya sedang melakukan perjalanan dari Malang menuju Bandara Juanda pukul 12.30. WIB

"Keterangan pengemudi, setelah melewati pintu masuk tol, Asap dan api tiba tiba keluar dari mesin bagian depan bus. Dengan cepat merembet kebagian atas bus, kemudian penumpang bergegas menyelamatkan diri keluar dari dalam bus,"jelasnya.

Saat mendengar laporan petugas Pemadam Kebakaran maupun BPBD langsung tiba di lokasi sekitar pukul 14.02 WIB.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Diduga, penyebab kebakaran bus tersebut akibat korsleting listrik. Sayangnya, lanjut Hidayat, saat kebakaran penumpang tak sempat menyelamatkan barangnya.

"Barang bawaan penumpang sebagian masih banyak yang tertinggal di dalam bus dan ikut terbakar,"jelasnya.

Untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Juanda, BPBD Surabaya menyiapkan satu unit truk penumpang untuk pengantaran ke tujuan.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.