Kamis, 04 Jun 2026 17:05 WIB

Hari Santri Nasional, Ketua DPRD Dukung Pemkot Surabaya Kembangkan Pesantren

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 22 Okt 2022 14:32 WIB
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara hari Santri
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat acara hari Santri

selalu.id - Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menyampaikan selamat atas peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang jatuh setiap 22 Oktober. Menurut Adi, HSN adalah momentum tepat terus memperkuat semangat kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk semakin memajukan Indonesia.

"Selamat Hari Santri Nasional. Dengan tema ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’, peringatan HSN tahun ini semakin menegaskan komitmen dan kiprah nyata santri dalam menjaga martabat kemanusiaan sebagai esensi ajaran agama. Kita semua berutang budi kepada kaum santri dan pesantren," ujar Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Sabtu (22/10/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Adi mengatakan, perjalanan Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Tanah Air juga tidak terlepas dari jasa dan peran santri. Di Surabaya, Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam yang lekat dengan santri dan pesantren, didirikan.

Resolusi Jihad yang diterbitkan pada 22 Oktober 1945, untuk menunaikan amanat Rais Akbar NU KH Hasyim Asy'ari, juga ditetapkan di Surabaya. Dari Resolusi Jihad itulah kemudian semangat arek-arek Suroboyo kian terbakar untuk melawan tentara Sekutu.

"Pergolakan besar pun terjadi di Surabaya. Di kampung-kampung, kaum santri dan rakyat bergerak dalam perang kota yang sengit, lalu meletus peristiwa 10 November 1945,"ujar Adi.

Adi menjelaskan, pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Maruf Amin menaruh perhatian besar kepada santri. Presiden telah menetapkan Hari Santri sesuai Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 yang diteken Presiden Jokowi. Tidak berhenti pada itu saja, kemudian juga lahir Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang mengatur mengenai penyelenggaraan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

"Ini menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada pesantren sekaligus pengakuan kepada peran strategis santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa," tutur Adi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Di Surabaya, imbuh Adi, pendidikan pesantren juga terus eksis dan berkembang memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM).

Telah banyak generasi muda dan penggerak perubahan di kampung hingga pemerintahan di Kota Surabaya yang berlatar belakang pendidikan pesantren.

"Kita wajib berterima kasih kepada pesantren yang terus mendidik dan melahirkan SDM-SDM hebat di Surabaya dan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Maka DPRD Surabaya pun, terang Adi, selalu mendukung penuh berbagai program Pemkot Surabaya yang membantu pengembangan pendidikan pesantren.

"DPRD Surabaya bahkan terus mendorong pemerintah kota untuk berinovasi menelurkan program yang bisa memperkuat pengembangan pesantren," ujar Adi.

Dalam momentum HSN 2022, Adi mengajak seluruh kaum santri untuk bersama-sama bergotong royong menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemulihan ekonomi, intoleransi, hingga bahaya narkoba.

"Semua ekosistem pesantren, mulai para santri, wali santri, hingga jejaring alumni memiliki peran strategis untuk menggerakkan pemulihan ekonomi, menjadi benteng bagi NKRI, serta menjaga generasi muda dari berbagai hal destruktif seperti narkoba," ujarnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.