Kamis, 04 Jun 2026 20:59 WIB

Whisnu Sakti Disebut Dapat Rekom Cawali Surabaya dari PDIP, Bappilu: Belum Diterbitkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 04 Jul 2020 18:42 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono

Surabaya (selalu.id) - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono angkat bicara terkait informasi Whisnu Sakti Buana mendapat rekom dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk bakal calon Wali Kota di Pilwali Surabaya 2020. Deni menegaskan belum ada  rekom apapun terkait itu.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

"Pada intinya terkait rekomendasi pilkada di Jatim khususnya Kota Surabaya, kami masih menunggu keluarnya rekomendasi dari DPP partai kami di Jakarta," ujar Deni saat dihubungi, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Deni, DPP PDI Perjuangan baru mengeluarkan rekomendasi tiga bakal calon Kepala Daerah di Jatim yakni Kabupaten Ngawi, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sumenep. Lalu, pada bulan Juli ini akan diumumkan enam daerah lagi. Tapi tidak termasuk Surabaya. 

"Sepengetahuan saya untuk kota Surabaya rekom belum diterbitkan. Karena DPP baru mengumumkan tiga rekomendasi yakni Ngawi, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sumenep. Selebihnya masih berporses, kami masih menuggu. Karena yang menandatangani Ibu Megawati Soekarnoputri Ketua Umum," katanya.

Terkait rekomendasi bakal calon di Pilkada, kata Deni, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum memiliki hak prerogatif menentukan siapa yang akan diberi rekomendasi. 

"Ketua Umum memiliki hak prerogatif tidak hanya di Surabaya. Boleh digunakan di mana saja termasuk Surabaya," katanya. 

Sebelumnya, mencuat kabar kalau Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya sekarang, mendapat kepastian rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju di Pilwali Surabaya 2020. Kabar itu sempat dimuat di salah satu media lokal. 

Sementara itu, Whisnu Sakti Buana belum memberikan komentar terkait hal ini.

Sekadar diketahui, sejumlah nama memang mengemuka berebut rekomendasi PDIP di Pilkada Surabaya sejak penjaringan calon di DPC, DPD, hingga DPP. 

Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya menjadi satu diantaranya yang mendaftar dalam penjaringan calon di DPC. Lalu ada nama Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko), meski tidak ikut mendaftar dalam penjaringan partai. 

Selain itu ada Dyah Katarina Anggota DPRD Kota Surabaya, yang juga istri Bambang Dwi Hartono atau akrab dipanggil Bambang DH Wali Kota Surabaya periode 2002-2010. Berikutnya juga ada nama Armuji Anggota DPRD Jatim. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.