Jumat, 04 Sep 2026 17:35 WIB

Pakar Kimia Sebut Gas Air Mata Kadaluarsa Bisa Mematikan, Ini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Okt 2022 13:42 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Kepolisian mengakui gas air mata yang dipakai saat Tragedi Kanjuruhan disebutkan kadaluarsa sejak 2021.

Polisi menyebutkan gas air mata yang sudah kadaluarsa tersebut tidak berbahaya lantaran bahan kimia menurun.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kimia dari Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Fredy Kurniawan mengatakan, gas air mata tetap berbahaya meski kadaluarsa dan kemampuannya tetap terjadi.

"Bahan kimia tetap berbahaya (kadaluarsa), mungkin bisa menurun membuat iritasi, tapi bisa semakin mematikan. Kita tidak tahu berubah jadi apa senyawanya," kata Prof Fredy, Sennin (10/10/2022).

Fredy menyampaikan, gas air mata yang dipakai Polisi saat Tragedi Kanjuruhan tersebut seharusnya dilarang. Bahkan saat perang.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Tidak untuk direkomendasikan untuk ruang tertutup. Tidak boleh juga, orang (korban meninggal) itu kan karena tidak ada oksigen. Kita lihat mereka itu keracunan (gas air mata),"ujar Fredy.

"Semua gas air mata berbahaya makanya dilarang untuk perang. Ada perjanjiannya," lanjutnya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Fredy menyebutkan bahwa kondisi mayat yang membiru tersebut perlu diperiksa lebih lanjut penyebabnya.

"Kalau biru-biru perlu di cek dulu. Bisa karena keracunan bisa karena lebam kena gebuk. Kelihatannya keracunan karena menghirup zat kimia terlalu banyak," terangnya. (Ade)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.