Selasa, 20 Okt 2026 13:56 WIB

Pakar Kimia Sebut Gas Air Mata Kadaluarsa Bisa Mematikan, Ini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Okt 2022 13:42 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Kepolisian mengakui gas air mata yang dipakai saat Tragedi Kanjuruhan disebutkan kadaluarsa sejak 2021.

Polisi menyebutkan gas air mata yang sudah kadaluarsa tersebut tidak berbahaya lantaran bahan kimia menurun.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kimia dari Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Fredy Kurniawan mengatakan, gas air mata tetap berbahaya meski kadaluarsa dan kemampuannya tetap terjadi.

"Bahan kimia tetap berbahaya (kadaluarsa), mungkin bisa menurun membuat iritasi, tapi bisa semakin mematikan. Kita tidak tahu berubah jadi apa senyawanya," kata Prof Fredy, Sennin (10/10/2022).

Fredy menyampaikan, gas air mata yang dipakai Polisi saat Tragedi Kanjuruhan tersebut seharusnya dilarang. Bahkan saat perang.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Tidak untuk direkomendasikan untuk ruang tertutup. Tidak boleh juga, orang (korban meninggal) itu kan karena tidak ada oksigen. Kita lihat mereka itu keracunan (gas air mata),"ujar Fredy.

"Semua gas air mata berbahaya makanya dilarang untuk perang. Ada perjanjiannya," lanjutnya.

Baca Juga: Dukung Deltras Naik Kasta, Subandi Dorong Profesionalisme dan Keterbukaan Manajemen

Fredy menyebutkan bahwa kondisi mayat yang membiru tersebut perlu diperiksa lebih lanjut penyebabnya.

"Kalau biru-biru perlu di cek dulu. Bisa karena keracunan bisa karena lebam kena gebuk. Kelihatannya keracunan karena menghirup zat kimia terlalu banyak," terangnya. (Ade)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.