Senin, 02 Feb 2026 00:28 WIB

Pakar Kimia Sebut Gas Air Mata Kadaluarsa Bisa Mematikan, Ini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Okt 2022 13:42 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Kepolisian mengakui gas air mata yang dipakai saat Tragedi Kanjuruhan disebutkan kadaluarsa sejak 2021.

Polisi menyebutkan gas air mata yang sudah kadaluarsa tersebut tidak berbahaya lantaran bahan kimia menurun.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kimia dari Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Fredy Kurniawan mengatakan, gas air mata tetap berbahaya meski kadaluarsa dan kemampuannya tetap terjadi.

"Bahan kimia tetap berbahaya (kadaluarsa), mungkin bisa menurun membuat iritasi, tapi bisa semakin mematikan. Kita tidak tahu berubah jadi apa senyawanya," kata Prof Fredy, Sennin (10/10/2022).

Fredy menyampaikan, gas air mata yang dipakai Polisi saat Tragedi Kanjuruhan tersebut seharusnya dilarang. Bahkan saat perang.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Tidak untuk direkomendasikan untuk ruang tertutup. Tidak boleh juga, orang (korban meninggal) itu kan karena tidak ada oksigen. Kita lihat mereka itu keracunan (gas air mata),"ujar Fredy.

"Semua gas air mata berbahaya makanya dilarang untuk perang. Ada perjanjiannya," lanjutnya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Fredy menyebutkan bahwa kondisi mayat yang membiru tersebut perlu diperiksa lebih lanjut penyebabnya.

"Kalau biru-biru perlu di cek dulu. Bisa karena keracunan bisa karena lebam kena gebuk. Kelihatannya keracunan karena menghirup zat kimia terlalu banyak," terangnya. (Ade)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.