Selasa, 21 Jul 2026 08:37 WIB

Pakar Kimia Sebut Gas Air Mata Kadaluarsa Bisa Mematikan, Ini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Okt 2022 13:42 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Kepolisian mengakui gas air mata yang dipakai saat Tragedi Kanjuruhan disebutkan kadaluarsa sejak 2021.

Polisi menyebutkan gas air mata yang sudah kadaluarsa tersebut tidak berbahaya lantaran bahan kimia menurun.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kimia dari Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Fredy Kurniawan mengatakan, gas air mata tetap berbahaya meski kadaluarsa dan kemampuannya tetap terjadi.

"Bahan kimia tetap berbahaya (kadaluarsa), mungkin bisa menurun membuat iritasi, tapi bisa semakin mematikan. Kita tidak tahu berubah jadi apa senyawanya," kata Prof Fredy, Sennin (10/10/2022).

Fredy menyampaikan, gas air mata yang dipakai Polisi saat Tragedi Kanjuruhan tersebut seharusnya dilarang. Bahkan saat perang.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Tidak untuk direkomendasikan untuk ruang tertutup. Tidak boleh juga, orang (korban meninggal) itu kan karena tidak ada oksigen. Kita lihat mereka itu keracunan (gas air mata),"ujar Fredy.

"Semua gas air mata berbahaya makanya dilarang untuk perang. Ada perjanjiannya," lanjutnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Fredy menyebutkan bahwa kondisi mayat yang membiru tersebut perlu diperiksa lebih lanjut penyebabnya.

"Kalau biru-biru perlu di cek dulu. Bisa karena keracunan bisa karena lebam kena gebuk. Kelihatannya keracunan karena menghirup zat kimia terlalu banyak," terangnya. (Ade)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.