Rabu, 08 Jul 2026 02:50 WIB

Permudah Akses ke Stadion GBT, Pemkot Pasang Rambu Petunjuk Arah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Sep 2022 16:42 WIB
Petugas berjaga di beberapa lokasi untuk memudahkan pengunjung Stadion GBT
Petugas berjaga di beberapa lokasi untuk memudahkan pengunjung Stadion GBT

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mulai memasang rambu petunjuk arah ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk mempermudah suporter menuju lokasi pada pertandingan piala AFC-20 di Surabaya pekan depan mendatang (14-18 September 2022).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan,
rambu-rambu di akses jalan menuju Stadion GBT, diupayakan selesai terpasang seluruhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Bongkar Dugaan Pungutan RT-RW di Sememi

Tundjung menjelaskan, petunjuk arah itu untuk mempermudah penonton dari luar Surabaya maupun luar negeri pendukung timnas yang bertanding, tamu VIP dan tim official masuk ke stadion.

"Terkait rambu- rambu yang ada di GBT nantinya kita akan penuhi, mana yang arah pengunjung, VIP, official nanti kita penuhi, nanti dalam waktu dekat sebelum ini kita akan selesaikan," kata Tjundjung, kepada selalu.id, Sabtu (10/9/2022).

Rambu petunjuk arah itu, kata dia, dipasang
sesuai dengan kecepatan di jalan menuju ke Stadion GBT.

Kendaraan yang melaju ke GBT hanya dengan kecepatan rendah. Sehingga akan dipasang di jarak yang tidak terlalu jauh dengan lokasi tujuan.

"Petunjuk itu tergantung kecepatan tinggi, kalau dia di tol (tol Romokalisari) itu lumayan tinggi, jaraknya jauh seperti rest area. Kalau kecepatan rendah sedekat mungkin gak masalah, semua tergantung kecepatan disitu,"ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Pastikan Kawal Perawatan Korban Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya

Lebih lanjut Tundjung menyampaikan, pihaknya akan mengerahkan petugas untuk standby disetiap jarak yang tidak terlalu jauh dengan petunjuk arah.

"Tol Ramokalisari (jalur untuk mobil) kan masih belum kering itu sambungannya, nanti akan disampaikan sama polisi juga mana yang gak boleh lewat situ. Sehingga ketika pelaksanaan berlangsung ada yang mengarahkan, biar nggak salah arah," ujarnya.

Ia menambahkan, Dishub Surabaya akan melakukan pengecatan marka jalan menuju ke area Stadion GBT.

Baca Juga: Truk Trailer Tabrak Rumah dan Pelajar di Surabaya Hingga Patah Tulang

Saat ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya mengenai pengawalan tim official menuju ke Stadion GBT.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada pengaturan arus lalu lintas khusus ketika tim official akan latihan dan bertanding di Stadion GBT.

"Saya rasa nggak ada pengaturan khusus, karena kan keluarnya nggak terlalu sering. Selama tidak diperlukan pengaturan khusus, akan kita lewatkan jalan seperti biasa, sesuai petunjuk arah. Kami koordinasikan lagi, begitu pula dengan pengawalan official," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam.

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Berdasarkan laporan keuangan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp10,63 triliun, sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp10,55 triliun.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat.