Kamis, 04 Jun 2026 13:02 WIB

Dua Korban Jatuhnya Pesawat TNI AL di Selat Madura Dimakamkan Secara Militer

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Sep 2022 13:54 WIB
Prosesi pemakaman secara militer dua prajurit TNI AL yang gugur bersama jatuhnya pesawat latih di Selat Madura
Prosesi pemakaman secara militer dua prajurit TNI AL yang gugur bersama jatuhnya pesawat latih di Selat Madura

selalu.id - Dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang menjadi korban jatuhnya pesawat latih T-2503 Bonanza G-36 telah dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Sedati, Sidoarjo, Jumat (9/9/2022).

Pantuan selalu.id, sekitar pukul 10.03 WIB dua jenazah bernama Lettu Laut Judistira Eka Permady dan Ledta Laut Dendy Kresna Bakti Sabila tersebut disambut secara militer oleh puluhan prajurit TNI AL dan didampingi keluarga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Pemakaman tersebut dipimpin oleh Inspektur upacara Komandan Puspenerbal Laksda TNI AL, Dwika Tjahja Setiawan dan dihadiri beberapa komandan tinggi TNI AL.

Tampak kesedihan dan suasana haru dari para keluarga korban saat peti jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat.

Kepala Angkatan Laut, (Kasal) Laksamana Yudo Margono mengatakan, seluruh prajurit TNI AL turut berduka cita dan berbelasungkawa atas gugurnya dua prajurit saat melaksanakan tugas.

Yudo mengungkapkan, pangkat dua almarhum langsung dinaikkan yakni Lettu Laut Judistira Eka Permady menjadi Kapten, sementara, Ledta Laut Dendy Kresna Bakti Sabila dinaikkan pangkat menjadi Lettu.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Sudah dilaksanakan panglima TNI AL langsung menaikkan pangkat kedua almarhum prajurit. Keluarga mereka juga mendapatkan santunan dari TNI AL,"kata Yudo, usai pemakaman.

Yudo menjelaskan, untuk sementara pesawat TNI AL jenis Bonanza G-36 tersebut dihentikan dulu. Sebab, pihaknya akan melakukan evaluasi.

"Sementara yang Bonanza dihentikan, pesawat itu herla (latihan) jam terbangnya masih tinggi 95 jam dari 100 jam. Bonanza merupakan pesawat latih TNI AL buatan USA,"ujarnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Lebih lanjut Yudo menambahkan, TNI AL masih melakukan investigasi serta pendalaman jatuhnya pesawat tersebut dengan meneliti bangkai pesawat.

"Saya tunjuk inspektur jenderal sebelum kepala investigasi dan KNKT. Nanti siang saya Tanda Tangan ( TTD ) langsung mulai (investigasi),"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.